Penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf sempat simpang siur, ini kata JK

JK: Sandera di daerah yang sulit itu membuat informasi memang terkadang tidak akurat.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf sempat simpang siur, ini kata JK
abu sayyaf. ©2016 youtube.com

Kabar mengenai tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) anak buah kapal Tugboat Charles 00 yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di perairan selatan Filipina, sempat simpang siur. TNI, Polri dan Kementerian Luar Negeri sempat menyatakan kabar tersebut bohong. Sementara pihak perusahaan dan pemerintah daerah meyakini penyanderaan ini.

Akhirnya pemerintah pusat mengklarifikasi dengan menyatakan kabar tersebut benar adanya. Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut angkat bicara mengenai kabar penyanderaan yang sempat simpang siur.

"Sekali lagi, mula mula diinformasikan ada, kemudian dikatakan belum ada laporan yang detail. bukan berbeda beda, memang sandera di daerah yang sulit itu informasinya memang terkadang tidak akurat. Tapi sekarang telah ditegaskan memang ada," kata Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (24/6).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, simpang siur dan berbeda pernyataan soal kebenaran penyanderaan karena lokasi kapal sulit dijangkau. "Ya pertama sandera itu saya belum dapat kabar lagi, kemarin kan masih simpang siur kan. Saya sendiri belum dilaporin soal perkembangannya," ucapnya.

Wapres JK menuturkan, saat ini pemerintah juga sedang mengambil langkah-langkah untuk membebaskan tujuh WNI ABK Tugboat Charles yang disandera Abu Sayyaf. Kemenlu, Badan Intelijen Negara dan TNI berjanji menyelesaikan persoalan ini.

"Sekali lagi soal sandera itu, tentu pihak Kemenlu dan BIN TNI pasti sedang berusaha menyelesaikannya," kata dia.

Rekomendasi