Terhimpit besi, dua korban gedung roboh di Jakut sulit dievakuasi

Proses evakuasi sudah berlangsung selama 5 jam lebih.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Terhimpit besi, dua korban gedung roboh di Jakut sulit dievakuasi
iluatrasi gedung roboh di bintaro. ©2016 Merdeka.com

Sebuah bangunan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara roboh di bagian dalam sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, setelah lima jam berlalu, petugas belum juga bisa mengevakuasi dua korban yang terjebak di reruntuhan bangunan tersebut.

"Sedang dalam proses evakuasi. Ada dua orang, yang satu masih hidup, yang satu sudah meninggal," kata Kasudin Damkar, Jakarta Utara Setriadi saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (18/6).

Setriadi menuturkan, proses evakuasi sejak pukul 12.00 WIB itu belum juga berhasil menyelamatkan korban yang tertimpa reruntuhan. Sebab, posisi keduanya korban berada di sudut bangunan yang runtuh. Diperlukan kehati-hatian dan strategi tertentu untuk bisa menyelamatkan keduanya agar tidak menimbulkan korban lainnya.

"Posisi korban ada di sudut bangunan yang rentan terjadinya reruntuhan susulan. Makanya kita masih belum bisa mengevakuasi korban tersebut. Tapi sudah dipastikan korban selamat karena kita sudah ada komunikasi," terangnya.

Korban selamat bernama Deden (25) itu dikabarkan terhimpit besi di bagian kaki dan badannya tertimpa kayu. Sementara korban meninggal bernama Nanang masih di lokasi yang sama tak jauh dari Deden.

Hingga saat ini, sebanyak 80 petugas evakuasi masih melakukan upaya penyelamatan yang terdiri dari petugas Damkar Jakarta Utara, Basarnas, BPBD, PMI, Polsi dan TNI.

Sebelumya, empat orang korban yang selamat sudah dilarikan ke Rumah Sakit Atma Jaya untuk mendapatkan perawatan medis.

Rekomendasi