Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai calon pengganti Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Keputusan ini diambil setelah Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberi masukan kepada Presiden, Senin (13/6)."Yang disampaikan oleh Ketua Kompolnas (Luhut Binsar Pandjaitan) atas nama Kompolnas kepada bapak Presiden, opsi pertama Kompolnas memberikan masukan seandainya Bapak Presiden mau memperpanjang Kapolri lama Bapak Badrodin Haiti," jelas Wakil Ketua Kompolnas yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.Hal itu dikatakan Tjahjo saat buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, Jakarta Selatan, Rabu (15/6)"Kedua, Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri sudah kita sampaikan Pak Budi Gunawan, Budi Waseso dan Pak Dwi. Opsi ketiga, dari seluruh petinggi Polri yang bintang tiga kita menyampaikan nama pak Tito," imbuh Tjahjo.Terkait Presiden Jokowi yang akhirnya memilih Komjen Tito, Tjahjo mengatakan, hal itu sah-sah saja. Sebab, Komjen Tito sudah memenuhi persyaratan, yaitu berpangkat jenderal bintang tiga. Tjahjo juga tak mempermasalahkan pengganti Jenderal Badrodin itu berasal dari Akpol angkatan 87, walaupun pesaing lain seperti Komjen Budi Gunawan dan Komjen Budi Waseso lebih senior. "Namanya bintang nggak ada senior, nggak ada junior," kata dia."Soal junior kan nggak ada masalah. Karena panglima TNI, kepala staf TNI semua adalah leting 83. Sekarang Kapolri Pak Haiti 83, sekarang masuk ke 87. Ya nggak ada masalah karena itu pilihan bapak Presiden dan bapak Presiden mengikuti aturan yang bintang tiga," sambungnya.