Menkum HAM berdalih rusuh Lapas Gorontalo karena melebihi kapasitas

Yasonna mengatakan, lapas lain dengan kapasitas yang membeludak mencapai 500 persen tak terjadi kerusuhan.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Menkum HAM berdalih rusuh Lapas Gorontalo karena melebihi kapasitas
Senjata tajam di Lapas Gorontalo. ©2016 humas polda gorontalo

Menkum HAM Yasonna Laoly mengatakan kerusuhan lapas Gorontalo yang dilakukan para narapidana karena melebihi kapasitas. Akibatnya, para narapidana melakukan perlawanan aparat keamanan. "Melebihi sedikit saja," kata Yasonna di Pusdiklat BPK, Jakarta, Kamis (2/6).Yasonna mengatakan, lapas lain dengan kapasitas yang membeludak mencapai 500 persen tak terjadi kerusuhan. "Itu kalau dibandingin yang lain kan ada yang 400 , 500 persen jadi itu aman-aman saja itu. Tapi seharusnya gak boleh begitu kita kekurangan uang untuk itu," katanya. Meski demikian, kata dia pihaknya tak akan memindahkan para narapidana di Lapas Gorontalo. Sebab, pihaknya masih menunggu laporan perkembangan kepala kantor wilayah Kemenkumham. "Tidak, tidak sementara masih di situ, nanti kita lihat kakanwil mau melaporkan ke lapasnya, mau melaporkan nanti perkembangan terakhir belum saya peroleh nanti akan saya cek," ujarnya.Menurutnya, saat ini kondisi lapas Gorontalo sudah kondusif. Aparat keamanan juga sudah melakukan razia lapas. Mereka menemukan senjata tajam dan alat kebersihan yang digunakan untuk melawan aparat keamanan. "Ada razia sajam, ditemukan memang beberapa sajam seperti yang saya katakan kemarin ada yang berasal dari alat-alat kebersihan lapangan. Orang yang melakukan tindakan hukum atau pelanggaran hukum akan diproses, orangnya sudah di bawa ke Polda," kata dia.Sebelumnya personel dari Polda Gorontalo mengepung Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Gorontalo. Aksi barikade ini dilakukan menyusul Lapas yang dikuasai para narapidana.Kejadian ini dipicu penikaman seorang narapidana terhadap anggota polisi yang sedang bertugas. Bentrokan antar petugas keamanan di Lapas Gorontalo dan para narapidana pun tak terelakkan.Akibat kejadian itu, anggota kepolisian bernama Bripda Mohammad Kurniawan Noho menderita luka tikam dan sayatan di bagian paha dan betis. Saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Aloe Saboe Gorontalo untuk menjalani perawatan.

Rekomendasi