Korban ke-19 longsor air terjun Dua Warna sulit dievakuasi

Posisi korban tertimpa batu besar.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Korban ke-19 longsor air terjun Dua Warna sulit dievakuasi
Evakuasi di Air Terjun Dua Warna. ©AFP PHOTO/ALBERT DAMANIK

Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi jenazah ke-19 korban banjir bandang dan longsor di kawasan air terjun Dua Warna, Sibolangit, Deli Serdang. Mereka kesulitan karena posisi korban tertimpa batu besar.

"Jenazah ini sebenarnya telah diketahui lokasinya sejak kemarin, namun belum berhasil dievakuasi, karena tertimpa reruntuhan bebatuan. Saya masih di posko menunggu perkembangan selanjutnya," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang Darwin Surbakti, Senin (23/5).

Tim evacuator harus bekerja ekstra keras mengevakuasi jenazah yang belum diketahui jenis kelaminnya itu. Mereka bahkan harus membawa sejumlah peralatan seperti airbag dan dongkrak hidrolik, untuk mengangkat batu yang menindih korban.

Jasad ini ditemukan di sekitar lokasi bencana longsor di kawasan air terjun Dua Warna. Sebelumnya di sana juga ditemukan jenazah ke-18. Jenazah itu sudah diidentifikasi sebagai Priarmando Gurusinga, warga sekitar Sibolangit, dan sudah dimakamkan pihak keluarga.

Sejauh ini sekurangnya masih ada 3 orang yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang dan longsor di kawasan air terjun Dua Warna. Ketiganya yaitu: Mirjano, Eka Nurul Rahmania, dan Gunawan. Boleh jadi jasad yang belum berhasil dievakuasi adalah salah satu di antara mereka.

Pencarian terus dilakukan. "Ini kan sudah tahap dua. Terhitung kemarin diperpanjang hingga 3 hari sampai Selasa (24/5) besok. Selanjutnya akan dievaluasi lagj," jelas Darwin.

Tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi 18 jenazah ke RS Bhayangkara Medan. Sepuluh jasad perempuan dan 8 jasad laki-laki telah diidentifikasi seluruhnya.

Seperti diberitakan, banjir bandang dan longsor terjadi di sekitar air terjun Dua Warna saat 76 wisatawan, yang umumnya mahasiswa dan 2 pemandu, berada di kawasan wisata itu, Minggu (15/5) siang. Sebanyak 21 orang dilaporkan hilang.

Rekomendasi