10 Jenazah tragedi Air Terjun Dua Warna teridentifikasi

Sore ini telah teridentifikasi lagi 4 jenazah. Semuanya perempuan. Sampai hari ini telah teridentifikasi 10 jenazah.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
10 Jenazah tragedi Air Terjun Dua Warna teridentifikasi
Korban air terjun dua warna. ©2016 Merdeka.com

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut kembali berhasil mengidentifikasi 4 jenazah korban banjir bandang dan longsor di kawasan air terjun Dua Warna, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka masih berusaha keras mengidentifikasi 6 jenazah lain yang juga sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan."Sore ini telah teridentifikasi lagi 4 jenazah. Semuanya perempuan. Sampai hari ini telah teridentifikasi 10 jenazah, 4 laki-laki dan 6 perempuan," kata Wakil Kepala Tim DVI Polda Sumut Kombes Pol Farid Amansyah, Selasa (17/6) malam.Empat jenazah yang telah teridentifikasi yaitu Melida Gunung Sari Caniago warga Pasar Gunung Tua, Ade Riana Sihombing warga Padang Sidimpuan, Gustinaris Diah Pratiwi warga Kabupaten Malang, dan Wazzah Hajirah warga Bandar Selamat, Labuhan Batu Utara. Jenazah rencananya akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga."Kami rencanakan malam ini juga diserahkan," ujarnya. Sementara itu, proses pencarian korban hilang yang dilakukan tim SAR gabungan pada hari kedua tidak membuahkan hasil. Pencarian kali ini mencapai radius lima kilometer dari lokasi kejadian."Hingga pencarian ditutup hari ini belum ada tambahan korban hilang yang ditemukan tim gabungan," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang Darwin Surbakti, Selasa (17/5) malam.Dia mengungkapkan, pihaknya akan kembali melakukan pencarian esok hari. Mengenai penggunaan anjing pelacak, BPBD Deli Sedang masih mempertimbangkannya. Jika dalam dua hari ke depan korban hilang belum juga ditemukan, evaluasi akan dilakukan."Kita evaluasi lagi, apakah perlu dilanjutkan atau tidak," ujarnya.Seperti diberitakan banjir bandang dan longsor terjadi di sekitar air terjun Dua Warna saat 76 wisatawan, yang umumnya mahasiswa, dan 2 pemandu berada di kawasan wisata itu, Minggu (15/5) siang. Sebanyak 20 mahasiswa dan 2 pemandu dilaporkan hilang. Belakangan, seorang di antaranya, ditemukan selamat. Pada pencarian kemarin, tim gabungan juga menemukan dan mengevakuasi 16 jenazah, terdiri dari 9 perempuan dan 7 laki-laki. Jasad yang telah ditemukan dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk diidentifikasi. Hingga malam ini baru 10 yang berhasil diidentifikasi.

Rekomendasi