Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Sumut baru mengidentifikasi satu dari 14 jenazah korban banjir bandang dan longsor di kawasan air terjun Dua Warna, Sibolangit, Deli Serdang, Sumut. Jasad atas nama Muhammad Ryantio Fandy, warga Jalan Pelajar Timur, Medan, itu kemudian diserahkan kepada keluarga, Senin (16/5) malam.Jenazah teridentifikasi merupakan jasad dalam kantong nomor 01, yaitu yang pertama kali ditemukan di pinggir sungai dan dievakuasi. "Berdasarkan data-data antemortem dan post mortem yang sudah kami rekonsiliasi, tim DVI Polda Sumut menyimpulkan bahwa jenazah dengan nomor 01 tidak terbantahkan atas nama Muhammad Ryantio Fandy, tempat tanggal lahir, Medan 24 April 1990," kata Kombes Pol Farid Amansyah, Kepala RS Bhayangkara, Medan.Jenazah Ryantio langsung diserahkan kepada pihak keluarga, yang diwakili paman korban Makmur. "Kami bawa ke rumah duka dan besok akan dikebumikan," ujar Makmur.Sementara tim DVI belum bisa membuat kesimpulan dari proses identifikasi 6 jenazah lain yang juga tengah dilakukan kemarin. "Memang secar visual, ada yang sudah bisa dikenali. Tapi hasil rekonsiliasi antemortem dan postmortemnya belum ada yang bisa dipastikan," sambung Farid.Dia menambahkan, proses identifikasi menjadi sulit karena minimnya data antemortem yang diberikan keluarga. "Data antemortem kurang, khususnya sidik jari asli. Kami sudah mengimbau keluarga korban untuk mencari data-data itu. Sidik bisa jadi ada di ijazah asli, KTP asli atau SIM asli," sambung Farid.Setelah tadi malam dihentikan sementara, identifikasi terhadap 13 jenazah korban yang sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan rencananya dilanjutkan kembali pagi ini. Sementara itu pencarian terhadap wisatawan yang masih hilang di Sibolangit juga terus dilanjutkan.Seperti diberitakan, 14 jenazah korban banjir bandang dan longsor di kawasan air terjun Dua Warna sudah ditemukan dan dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Mereka diduga merupakan bagian dari 21 orang yang sudah dilaporkan hilang dalam bencana itu.Banjir bandang dan longsor terjadi saat 76 wisatawan yang umumnya mahasiswa, dan 2 pemandu berada di kawasan wisata itu, Minggu (15/5) siang. Sebanyak 20 mahasiswa dan 2 pemandu dilaporkan hilang. Belakangan, seorang di antara korban hilang, Mordang Harahap (18), ditemukan selamat.
Satu jenazah koban tragedi air terjun Dua Warna teridenfikasi
Jasad atas nama Muhammad Ryantio Fandy, warga Jalan Pelajar Timur, Medan.
Advertisement
Rekomendasi