Hujan deras yang mengguyur kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara, menyebabkan banjir bandang dan longsor di kawasan Air Terjun Dua Warna, Sibolangit. Air bah ini menjadi petaka. 21 dari 76 wisatawan, dan dua pemandu menjadi korban. 17 ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sedangkan empat lagi hingga kini belum diketahui."Yang sudah kita pastikan delapan orang yang ditemukan. Satu selamat, tujuh tewas. Sementara beberapa yang lain memang sudah diketahui lokasinya, namun belum dievakuasi. Jadi yang sudah kita pastikan yang delapan itu dulu," kata Humas Kantor SAR Medan, Hisar Turnip kemarin.Terkait tujuh korban tewas, enam sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Sementara satu jenazah masih berada di posko.Belasan jenazah tersebut ditemukan di beberapa titik di sepanjang Lau Betimus hingga Desa Tambun.Tim SAR gabungan dibentuk untuk menyisir lokasi mencari para korban. Mereka terdiri dari 55 personel Brimob Polda Sumut, 36 personel Sat Sabhara, 15 personel Polresta Medan, 35 personel Polsek Pancurbatu, 30 Satpol PP, Basarnas 70 orang dan relawan 50 orang. Mereka juga dibantu masyarakat setempat.Air Terjun Dua Warna atau juga dikenal Air Terjun Telaga Biru berada di tengah hutan tropis di sekitar Desa Durin Sirugun, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. Letaknya berada pada 1.475 meter di atas permukaan laut. Air terjun dengan ketinggian sekitar 75 meter ini diyakini terbentuk dari letusan Gunung Sibayak ratusan tahun silam.Bencana ini terjadi Minggu (15/5) siang. Saat itu, air terjun dipenuhi warga. Total ada 76 wisatawan dan dua pemandu. Tiba-tiba keceriaan para pengunjung berubah menjadi petaka. Air yang semula tenang, menjadi ganas. Puluhan wisatawan tersapu banjir bandang.
Advertisement
Di antara para korban, terdapat mahasiswa dari STIKES Flora, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Sumatera Utara (USU).Sedangkan untuk memudahkan pelaporan, pihak STIKES Flora mendirikan posko di kampusnya, Jalan Rajawali, Sei Sikambing, Medan Sunggal."Kami mendirikan posko di sini dan di sana (Sibolangit) supaya informasinya benar-benar valid. Sebab informasinya simpang siur. Awalnya ada yang menyebut 17 tewas, padahal mahasiswa kita masih hilang," kata Sekretaris Prodi Keperawatan STIKES Flora, Lilis Pujiati.Dia juga memaparkan, para mahasiswa itu ke Air Terjun Dua Warna bukan untuk urusan akademis."Mereka ke sana bukan acara resmi pendidikan. Walaupun begitu kami tetap peduli setelah mendapat telepon dari mahasiswa kita yang melaporkan telah kehilangan teman-temannya," sambung Lilis.Pihak kampus juga terus berusaha mencari data valid mengenai jumlah dan identitas mahasiswanya yang berangkat ke Air Terjun Dua Warna. Data itu termasuk yang hilang dan selamat.Di posko pencarian di Bumi Perkemahan Sibolangit, 17 mahasiswa sekolah ini dilaporkan hilang dan seorang di antaranya sudah ditemukan selamat. Namun, penjelasan dari pihak Stikes Flora menyampaikan jumlah yang berbeda.
Advertisement
"Awalnya disebutkan 23 orang, setelah kami cek ternyata cuma 15 orang. Dari jumlah 15 mahasiswa itu, 6 orang selamat. Enam orang inilah yang menghubungi kami. Jadi berdasarkan data kami hanya 9 orang yang masih hilang," imbuh Lilis.Berikut nama 9 mahasiswa Stikes Flora yang masih hilang: Aderiana Sihombing, Zulhamdi Sakti, Ahmad Alhakim Lubis, Melida Sari, Rafki, Dora Safitri, Ningsih Trivila, Wazah Hazira, dan Rizki Juliani.Sementara mahasiswa Stikes Flora yang selamat yaitu Zulfiandri Saputra, Rocky Rhamadona Siregar, Roito Nasution, Ahmad Rifai Parlaungan, Aswar Rangkuti, Ahmad Hasan Harianto. Keenamnya masih berada di Sibolangit.Pihak Stikes Flora juga sudah menghubungi orang tua mahasiswa yang dilaporkan hilang. Beberapa di antaranya sudah datang ke posko di kampus.