TNI akui Dandim Makassar bawa prajurit buat jaga lokasi pesta sabu

Sebagian dari mereka berhasil kabur dari penyergapan.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
TNI akui Dandim Makassar bawa prajurit buat jaga lokasi pesta sabu
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Dalam penggerebekan pesta sabu di dalam satu ruang karaoke di lantai 12, Hotel D' Maleo, Jalan Pelita Raya, Makassar, Rabu (6/4) dini hari, ternyata ditemukan beberapa pihak, di samping dua perwira, Dandim 1408/BS Makassar, Kolonel Jefry Oktavian Rotti, dan Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi (Kapus Kodal Ops) Kodam VII/Wirabuana, Letkol Budi Santoso.Kabarnya, ada sejumlah warga sipil dan anggota TNI lain. Sayangnya mereka berhasil kabur saat operasi penggerebekan berlangsung, dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) VII/Wirabuana, Brigjen TNI Supartodi.Padahal menurut Supartodi, mereka sudah mengatur supaya operasi penggerebekan itu dilakukan secara senyap. Anggota lain terlibat dalam operasi itu juga tidak tahu sebelumnya, karena saat mereka diajak pergi, ponsel mereka diambil."Ini saja (operasi penggerebekan) terbongkar. Kita bagi tim. Saat masih di bawah, begitu sampai di atas banyak yang sudah kabur. Itu karena mereka juga membuat sistem pengamanan," kata Supartodi.Pangdam Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, mengakui orang-orang terlibat di dalam pesta narkoba itu membikin sistem pengamanan, supaya tidak ketahuan. Ada anggota TNI berjaga di luar dan di lantai bawah."Tapi mereka punya muslihat, kita juga punya akal. Kurang ajar, prajurit TNI menjaga pesta narkoba. Saya akan hukum prajurit saya dengan keras," kata Agus.Menurut Agus, dalam kasus ini mereka masih mengejar orang-orang berhasil kabur.

Rekomendasi