Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan emoh mengomentari adanya penolakan studi banding Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial ke Surabaya. Oded dan rombongan Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung gagal mendapat ilmu soal tata kelola pajak di Kota Pahlawan tersebut."Sudahlah enggak usah komentar komentar, gubernur enggak usah masuk di situ," kata pria yang akrab disapa Aher usai menghadiri KNPI Award di Bandung, Kamis (25/2).Alasan biar gubernur tidak ikut mengomentari penolakan kunjungan Oded ke Surabaya itu, khawatir malah membuat permasalahan menjadi lebar. Untuk diketahui, saat ini Pemkot Bandung dan Pemkot Surabaya saling berkomentar soal polemik tersebut."Gubernur enggak usah masuk dan nanti malah menjadi lebar. Enggak usah minta pendapat saya lah ya," singkat Aher yang merupakan politikus PKS ini.Jika Aher emoh berkomentar, lain hal dengan Gubernur Jatim Soekarwo. Secara diplomatis Soekarwo berkicau lewat twitter @pakdekarwo 1950 : 'Jatim ramah untuk siapapun mas @ridwankamil, diklarifikasi agar tidak memunculkan persepsi buat Jatim. *Pakde Karwo'.Kicauan yang diposting Rabu (24/2) kemarin itu mengundang reaksi masyarakat.Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tidak mau larut dalam kesalahpahaman antara Pemkot Bandung dan Pemkot Surabaya. Selama ini dua warga tersebut bersaudara, bahkan bisa dilihat dari kebersamaan antara pendukung sepak bola Bonek, Persebaya, dan Viking Persib Bandung."Karena Surabaya-Bandung bersaudara, Bonek-Viking bersaudarakan," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Balai Kota Bandung, Kamis (25/2).
Aher sebut gubernur tak usah ikut campur masalah studi banding
Aher enggan menanggapi soal penolakan studi banding wakil wali kota Bandung ke Surabaya.
Advertisement
Rekomendasi