Tengku Erry akui islah berlangsung setelah Gatot minta tolong Paloh

Islah tersebut digagas oleh Gatot lantaran hubungan mereka tidak harmonis dalam membangun pemerintahan di Sumut.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Tengku Erry akui islah berlangsung setelah Gatot minta tolong Paloh
Gatot Pudjonugroho dan Tengku Erry Nuradi. ©2012 Merdeka.com

Plt Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi membeberkan soal islah di kantor DPP NasDem, Jalan Gondangdia, Jakarta dengan terdakwa Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho. Erry menjelaskan bahwa pertemuan islah tersebut digagas oleh Gatot lantaran hubungan mereka tidak harmonis dalam membangun pemerintahan di Sumut."Bukan saya yang meminta soal islah tersebut, Pak Gubernur (Gatot) yang minta kepada Pak Surya Paloh selaku ketua Partai NasDem untuk mempertemukan saya dengannya," ucapnya ketika bersaksi sidang Gatot dan Istrinya Kedua Evy dalam kasus suap mantan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, di ruang sidang pengadilan TIPIKOR, Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/2).Ia menceritakan setelah Gatot menghubungi Surya Paloh untuk Islah, pada tanggal 19 Mei 2015 terjadilah islah di DPP NasDem, Jalan Gondangdia, Jakarta."Dalam islah tersebut terdapat Pak Ketua Surya Paloh, Pak Gubernur Gatot, dan kuasa hukum Gatot yaitu OC Kaligis," jelasnya.Kemudian menurutnya, Gatot meminta bantuan Surya Paloh agar Teuku yang selaku kader partai NasDem disatukan kembali."Pak Gubernur cerita tentang keluh kesahnya dan saya pun cerita soal keluh kesah saya yang tidak pernah dilibatkan dalam kepemerintahan Sumatera Utara," bebernya.Lalu, setelah islah menurutnya sikap Gatot mulai berubah dan melibatkan dirinya untuk mengemban tugas di pemerintahan Sumut."Setelah islah Pak Gubernur banyak berubah. Pak Gubernur melibatkan saya dalam acara-acara kepemerintahan," tutupnya.

Rekomendasi