Buat surat ancaman atas nama ISIS, 2 siswi di Denpasar diamankan

Kepala SMAN 1 Denpasar, I Nyoman Purnajaya membenarkan adanya aksi teror melalui kertas yang berisikan nada ancaman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Buat surat ancaman atas nama ISIS, 2 siswi di Denpasar diamankan
Ilustrasi ISIS. ©2014 Merdeka.com

Guru dan siswa SMAN 1 Denpasar (Smansa) yang berlokasi di Jalan Kamboja Denpasar, Rabu siang (27/1) digegerkan dengan adanya tempelan kertas selebaran di dinding dekat ruang guru.

Pasalnya selebaran yang lengkap dengan kaligrafi tersebut berisikan ancaman atas nama ISIS dan siap memporak-porandakan acara yang akan dibuat sekolah tersebut.Kertas ancaman ini ditemukan oleh salah seorang guru atas nama I Ketut Sarjana. Pada kertas putih segi empat itu tertulis ‘KAMI ISIS SUDAH ADA DI SMANSA SIAP MEMPORAK-PORANDAKAN ACARA KALIAN KAMI TIDAK TAKUT MATI. ALLAHUAKBAR!’. Kepala SMAN 1 Denpasar, I Nyoman Purnajaya membenarkan adanya aksi teror melalui kertas yang berisikan nada ancaman tersebut. Dikatakan Purnajaya, lembaran ancaman tersebut ditemukan saat jam istirahat oleh salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut. "Tadi ditemukan saat jam istirahat,” kata Purnajaya, Rabu (27/1) dihubungi via telepon.Tak mau terjadi hal yang tidak diinginkan, lanjut Purnajaya, pihak sekolah pun langsung melaporkan hal tersebut ke pihak Polsek Denpasar Timur (Dentim). Setelah dikoordinasikan, tim kepolisian pun akhirnya mendatangi TKP. Namun, saat pihak kepolisian melakukan pengecekan, ternyata ada keganjilan dalan tulisan itu, terutama kaligrafinya yang diduga kaligrafi palsu. Bahkan setelah kertasnya di balik, ternyata pada kop kertas tertulis Latihan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Akhirnya dari pihak kepolisian, penyelidikan mengerucut ke siswa kelas XII (3) percepatan.Hasilnya ternyata, selebaran tersebut ditulis oleh dua orang siswi kelas XII (3) IPA percepatan di sekolah tersebut. Keduanya masing-masing Ayu TKP sebagai penulis ancaman, dan Putu CM selaku penempel ancaman pada dinding sekolah dekat ruang guru. Terkait apa motif alasan kedua pelaku ini, Purnajaya mengaku menyerahkan proses interogasi ke pihak kepolisian. Disinggung acara yang akan diporakporandakan tersebut adalah acara Festival Karmani yang akan diselenggarakan pihak Smansa pada Jumat (29/1) nanti.

Rekomendasi