Jakarta diteror, tempat wisata di Toraja mulai diawasi

Ada beberapa lokasi wisata kerap didatangi turis asing. Pengawasan sebatas patroli supaya tetap nyaman.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Jakarta diteror, tempat wisata di Toraja mulai diawasi
Ilustrasi Polisi. ©2014 Merdeka.com

Selepas aksi teror di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) lalu, seluruh daerah di Indonesia waspada, termasuk di antaranya Kabupaten Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Kedua tempat itu merupakan daerah tujuan wisata kerap disambangi warga asing.Kapolres Toraja, AKBP Arief Satriyo, saat dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (17/1), mengatakan, ada banyak tempat-tempat wisata di Kabupaten Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Di antaranya ada tujuh lokasi paling banyak dikunjungi turis asing."Di tujuh tempat ini kita maksimalkan pengamanannya dengan melakukan peningkatan kegiatan patroli," kata Arief.Di antara tujuh lokasi wisata dimaksud adalah kuburan batu di Kete Kesu, Londa, Sangalla, serta Bori. Namun, kata Arief, dia belum menyiagakan anggota polisi apalagi maupun Brimob bersenjata. Peningkatan pengawasan baru sebatas patroli dan pemantauan. Menurut Arief, pengerahan aparat baru dilakukan ada ancaman."Kita lihat perkembangannya. Jika belum dinilai membahayakan maka tidak di-floating personel, apalagi jika anggota bersenjata, karena sisi negatifnya pengunjung justru merasa tidak nyaman dan bertanya-tanya. Ini akan mempengaruhi tingkat kunjungan wisata. Jadi sementara patroli saja yang ditingkatkan," tutur Arief.Arief melanjutkan, polisi juga rutin menggelar operasi cipta kondisi dan patroli hingga malam hari di sejumlah titik. Buat daerah Toraja, operasi dan patroli melibatkan anggota Polres, Polsek Makale, dan Koramil Makale. Sementara di daerah Toraja Utara patroli dilakukan oleh Kodim, Koramil Rantepao, dan Polsek Rantepao. Personel diturunkan mulai dari 80 hingga seratus orang.Operasi itu, kata Arief, digelar sejak ada instruksi siaga satu pasca ledakan bom di Jakarta. Operasi cipta kondisi masih dilakukan semalam dengan melakukan pemeriksaan orang dan barang. Sasarannya adalah barang-barang berbahaya, narkoba, dan bahan peledak. Namun yang ditemukan rata-rata hanya pelanggaran lalu lintas."Kita juga sudah menyampaikan ke masyarakat kiranya melaporkan sesegera mungkin jika menemukan warga baru dengan gelagat mencurigakan. Kita sampaikan perlunya waspada terhadap orang-orang baru, asing. Waspada terhadap gerakan-gerakan radikal termasuk Gafatar itu. Ini disampaikan di depan jamaah salat Jumat di masjid-masjid, juga jemaat di gereja-gereja. Termasuk di pasar-pasar dan di terminal," tutup Arief.

Rekomendasi