Alor diguncang gempa 6,2 SR, gereja dan sekolah mengalami kerusakan

Namun hingga saat ini, belum ada laporan terkait korban jiwa.

Supriatin
Oleh Supriatin- Reporter
Alor diguncang gempa 6,2 SR, gereja dan sekolah mengalami kerusakan
Ilustrasi Gempa Bumi. ©2015 Merdeka.com

Puluhan bangunan terdiri 32 rumah semi permanen, 10 rumah permanen, serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter yang terjadi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT)."Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Alor Timur karena memang lokasi gempanya berdekatan dengan bangunan rumah milik warga serta fasilitas umum lainnya di Desa Maritaing yang rusak tersebut," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor, Marthen Daud dilansir dari antara, Kamis (5/11).Daud menjelaskan, selain rumah milik warga, sejumlah bangunan umum seperti rumah ibadah di kecamatan tersebut juga ikut mengalami kerusakan akibat gempa ini. Dari hasil pendataan yang dilakukan hingga Kamis pagi ini, kata Daud, terpantau dua rumah ibadah yang rusak yakni Gereja Betania dan Gereja Ebenheizer. Keduanya terletak di Desa Maritaing, Kecamatan Alor Timur."Selain gereja terpantau tiga bangunan sekolah rusak, yakni SMK Negeri Maritaing (rusak ringan), SMP Negeri Maritaing (rusak berat) dan SD Negeri Maritaing (rusak ringan), sehingga ada kemungkinan ketiga sekolah tersebut belum bisa melakukan aktivitas belajar mengajar," tambah Daud.Lebih lanjut, beber Daud, gempa yang terjadi pada koordinat 8.20 LS dan 124.94 BT, atau sekitar 28 km timur laut Alor, dengan kedalaman 89 Km dari permukaan laut ini juga mengakibatkan beberapa jalan terputus sehingga baik BPBD, TNI serta anggota kepolisian di daerah tersebut belum berhasil mendata kerusakan bangunan secara menyeluruh."Apalagi jarak antara ibu kota Kabupaten Alor ke Kecamatan Alor Timur, sekitar 100 kilometer, yang ditempuh selama kurang lebih 2,5 jam perjalanan. Namun beberapa instansi seperti TNI dan Kepolisian, personelnya telah mendirikan posko bantuan bagi para korban gempa itu," tutur Daud.Terkait korban jiwa, Daud mengaku sampai Kamis pagi ini belum ada laporan soal adanya korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun dia mengimbau agar masyarakat bisa tetap waspada karena gempa susulan skala kecil masih terus terjadi di kabupaten itu."Tadi malam sekitar pukul 22.30 WIB juga sempat terjadi gempa susulan berkekuatan 4,6 SR, sehingga kami minta masyarakat tetap waspada," ungkap dia.Sementara Bupati Alor, Amon Djobo mengatakan semua instansi telah bekerja dengan baik untuk membantu korban gempa ini. "Saya masih di Jakarta, sebentar saya akan balik ke Alor untuk meninjau langsung lokasi pusat terjadinya gempa tersebut," ujar Amon.

Rekomendasi