Panglima TNI Bicara Kabar Pengerahan Pasukan ke Jakarta: Kita Gunakan Istilah Siaga

TNI sedang berada dalam status siaga.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia- Reporter
Panglima TNI Bicara Kabar Pengerahan Pasukan ke Jakarta: Kita Gunakan Istilah Siaga
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. (merdeka.com/Azzura Galexia)

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto angkat bicara terkait kabar pengerahan pasukan ke Jakarta. Menurut Panglima, langkah itu diambil dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara dari berbagai ancaman. TNI sedang berada dalam status siaga.

"Jadi dalam internal TNI kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman," kata dia di TMP Cikutra, Kota Bandung, pada Kamis (5/11).

Sebagai informasi, sebelumnya beredar kabar mengenai pengerahan prajurit dalam jumlah besar dari tiga matra TNI ke wilayah DKI Jakarta. Salah satu matra yang disebut turut mengerahkan prajurit adalah TNI Angkatan Laut (AL).

Agus tak menjelaskan secara rinci jenis ancaman yang dimaksud. Dia hanya mengatakan ancaman terdiri dari dua jenis yaitu ancaman alam dan ancaman buatan manusia.

"Ancaman itu ada dua. Ancaman alam seperti bencana alam, banjir, kebakaran hutan, tsunami, dan sebagainya. Ancaman buatan manusia seperti konflik sosial, teroris, radikalisme, makar, dan sebagainya," ucap dia.

Sementara itu, terkuat dengan tingkat kesiagaan terdiri dari tiga tahapan yaitu siaga satu, siaga dua, dan siaga tiga. Siaga satu akan diberlakukan apabila eskalasi ancaman sudah meningkat.

"Siaga satu itu situasinya eskalasinya meningkat. Personel dan alutsista sudah disiagakan penuh dan masuk ke pos masing-masing, serta tentunya prajurit tidak boleh keluar kesatriaan," jelas dia.

Menurut Agus, siaga satu akan diturunkan menjadi siaga dua hingga siaga tiga jika tingkat ancamannya sudah menurun.

"Tapi kalau untuk siaga bencana, kita bisa berlakukan siaga satu terus, karena saat ini sudah mulai musim penghujan dan di beberapa wilayah sudah ada yang banjir. Jadi, personel bersama alutsista sudah siap digerakkan," kata dia.

 

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. (merdeka.com/Azzura Galexia)

Diberitakan sebelumnya, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) meminta masyarakat tidak mengaitkan pergerakan pasukan jumlah besar di DKI Jakarta pada Selasa 3 November 2026, dengan dinamika isu apa pun.

"Tidak perlu dikait-kaitkan dengan isu apapun," kata Kapuspen TNI, Mayjen Muhammad Nas kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, pengerahan pasukan berskala besar itu murni agenda rutin untuk menguji kesiapsiagaan prajurit menghadapi berbagai skenario situasi.

Kendati total personel yang diterjunkan belum dirinci, langkah ini disebut sebagai prosedur standar pertahanan.

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan," ungkap Nas.

"Karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," sambungnya.

 

Rekomendasi