Tensi aksi demonstrasi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mulai menurun menyusul diringkusnya sejumlah mahasiswa di tengah aksi yang membuat memacetkan Jalan Alauddin. Tak hanya buat macet, aksi ini juga terjadi pengrusakan sebuah halte dengan memecahkan dinding kaca.Sebelumnya, setelah dipukul mundur oleh pasukan Brimob, mahasiswa ini bertahan di dalam kampus I UIN, bersembunyi di balik pagar tembok yang tinggi yang diistilahkannya benteng takesi sembari terus melempar batu ke arah polisi.Mahasiswa yang berjumlah ratusan orang ini turun aksi sejak pukul 16.00 WIT sore dan terus berlanjut, memuncak usai Maghrib. Mereka turun ke jalan dilatarbelakangi kasus pemukulan polisi terhadap Akbar, salah seorang mahasiswa UIN saat mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Gowa.Mereka berunjuk rasa menuntut Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Pudji Hartanto Iskandar untuk menemui mereka dan minta maaf atas ulah bawahannya di Polres Gowa tersebut.Hingga saat ini, arus lalu lintas di Jalan Alauddin dan Jalan AP Pettarani yang memotong jalan di perbatasan kota itu sudah mulai lancar. Meski demikian, ratusan personel Brimob masih bertahan di depan kampus UIN tepatnya di depan kompleks pertokoan yang tampak remang.Sesekali terlihat aksi polisi mencokok mahasiswa yang tadinya berunjuk rasa. Sementara itu, personel lain dipimpin Kanit Resmob Polrestabes Makassar, AKP Edi Sabara merazia kos-kosan mahasiswa di sekitar kampus. Tampak Kasat Brimob Polda Sulsel, AKBP Totok Lisdiarto dan Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Rusdi Hartono masih berada di tengah anggotanya memantau pergerakan mahasiswa.
Pasca bentrok, Brimob masih berjaga di sekitar kampus UIN Makassar
Mahasiswa demo menuntut Kapolda Sulsel minta maaf atas insiden pemukulan polisi terhadap mahasiswa UIN.
Advertisement
Rekomendasi