Seorang haji asal Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu bernama Firdaus (63) meninggal dunia dalam penerbangan dari Jeddah menuju Padang, Sumatera Barat. Firdaus meninggal karena sakit dan kondisi umur yang sudah tua.Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Suardi Abbas di Bengkulu, Minggu mengatakan jemaah haji asal Bengkulu itu diketahui meninggal sekitar pukul 02.00 WIB pada Minggu (11/10) atau 30 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Minangkabau."Saat di Tanah Suci, almarhum memang beberapa kali dirawat di balai pengobatan karena mengalami stroke," kata Suardi seperti dikutip dari Antara, Minggu (11/10).Setelah tiba di Bandara Internasional Minangkabau, jenazah almarhum dipisahkan dari rombongan kelompok terbang (kloter) 9 yang sudah tiba di Bengkulu pada Minggu pagi. Suardi mengatakan jenazah almarhum sempat dilarikan ke RS Padang, lalu oleh maskapai Garuda dibawa kembali ke Jakarta.Direncanakan dari Jakarta akan dibawa ke Bengkulu menggunakan pesawat milik maskapai Lion dan diperkirakan tiba di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu pada Minggu malam."Kondisi almarhum sudah uzur dan dalam keadaan lemah. Kami ikut berduka cita dan semoga keluarga tabah," ucapnya.Sementara istri almarhum sudah kembali ke Bengkulu bersama rombongan kloter 9 embarkasi haji Padang atau merupakan kloter haji terakhir dari Bengkulu.Suardi mengatakan, selama musim haji 2015, tiga orang jemaah asal Bengkulu meninggal dunia. jemaah yang meninggal dunia yakni Darwati Ibrahim binti Ibrahim (65) asal Kabupaten Bengkulu Utara karena sakit kencing manis, dan Tohi Sendang (61) asal Kabupaten Rejang Lebong."Dua orang jemaah meninggal di Tanah Suci, sedangkan seorang lainnya yakni Firdaus meninggal dalam perjalanan menuju Tanah Air," katanya.Dia juga menambahkan bahwa seluruh jemaah asal Provinsi Bengkulu yang berjumlah 1.272 orang telah tiba di Bengkulu dan kembali ke daerah kabupaten dan kota masing-masing.
Sakit, haji Firdaus meninggal di dalam pesawat dari Jeddah ke Padang
"Saat di Tanah Suci, almarhum memang beberapa kali dirawat di balai pengobatan karena mengalami stroke," kata Suardi.
Rekomendasi