Gonjang-ganjing proyek Trump-Hary Tanoe, rakyat dapat apa?

Rakyat yang sudah lama tinggal mestinya turut diberi kesempatan mengais rezeki dari proyek itu.

Aryo Putranto Saptohutomo
Gonjang-ganjing proyek Trump-Hary Tanoe, rakyat dapat apa?
Donlad Trump bersama Hary Tanoesoedibjo dan istrinya Liliana. ©blouinartinfo.com

Beberapa hari belakangan ini Indonesia menjadi bising dengan kabar soal hadirnya pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dalam kampanye kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Kejadian itu dipermasalahkan karena dianggap melanggar etika pimpinan DPR sebagai wakil rakyat.Hanya saja bukan hal itu titik beratnya. Di balik itu, ada sebuah syahwat bisnis yang bisa jadi hanya menguntungkan beberapa pihak saja.Donald Trump dikenal sebagai salah satu konglomerat di negeri Abang Sam. Namun, sikap kontroversialnya juga tak kalah membetot perhatian.Trump pun hendak meluaskan bisnis properti dan hiburannya di Indonesia. Guna memuluskan niatnya, dia sudah menggandeng pemilik Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo. Targetnya, tahun depan proyek itu sudah berjalan.Ada dua lokasi dibidik Trump. Tanah Lot, Bali dan Jawa Barat. Di Pulau Dewata, Trump bakal membikin hotel yang masuk dalam jaringan Trump Hotel Collection. Begitu juga di Lido, Sukabumi, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hanya saja di Tanah Pasundan, Trump bakal membangun taman bermain mewah sekelas Disneyland.Perjanjian kerja sama dengan Trump Hotel Collection itu diteken di Kota New York, Amerika Serikat. Namun pihak Trump maupun Hary Tanoe menolak menyebut besaran nilai proyek.

Kabarnya, bila sudah berdiri, hotel mewah di Bali itu akan menjadi properti mewah ke-13 dibikin oleh Trump Hotel Collection di seluruh dunia."Kesuksesan bisnis keluarga Trump yang diakui secara global akan semakin membuat kemewahan Bali kian meningkat," ujar Hary Tanoe dalam jumpa pers acara kerja sama itu.Menurut Executive Vice President of Development and Acquisitions of The Trump Organization, Donald Trump Jr., proyek di Lido itu diklaim bakal spektakuler. Karena bakal menghadirkan lapangan golf Trump pertama di Asia, dan terhubung dengan fasilitas hiburan, rekreasi, kesehatan, hotel, serta tempat tinggal."Keterlibatan Trump Collection sejak awal, akan memastikan resor ini dibangun dengan standar terbaik yang selama ini menjadi ciri khas Trump Hotel Collection", ujar Trump Jr.Di tempat sama, Hary Tanoesoedibjo juga berambisi menjadikan Danau Lido seluas 3.000 hektar sebagai kawasan kebanggaan Indonesia. "Kami akan menghadirkan kawasan wisata baru yang menjanjikan fasilitas dan layanan terbaik."Selain resor dan lapangan golf, di kawasan seluas 3000 hektar itu akan dibangun Theme Park pertama di Indonesia dengan standar internasional. Ini dikerjakan perusahaan dari Los Angeles, Amerika Serikat.Duit digelontorkan pun tak sedikit. Kabarnya, buat proyek di Tanah Lot saja bakal menghamburkan Rp 20 triliun.Mendengar wilayah mereka bakal dibangun megaproyek, warga di sekitar Lido pun gelisah. Mereka sebenarnya tidak keberatan kalau proyek itu berjalan. Hanya saja jangan sampai ada kecurangan, seperti penyerobotan tanah atau hal-hal lain."Yang kami tolak adalah jika rencana investor dan MNC Group melakukan penyerobotan terhadap lahan yang kami tempati sejak lama," kata Mimin (56 tahun), warga Kampung Ciletuh Girang, Desa Wates Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, kemarin. Warga sepakat tidak mau pindah karena memiliki bukti otentik kepemilikan tanah. "Kami sangat menolak adanya rencana pemindahan tersebut," ungkapnya saat ditemui di warung kelontong di Kampung Ciletuh Girang."Kami tegaskan, hampir semua warga di sini memiliki surat tanah baik berupa sertifikat maupun girik. Kecuali lahan yang berada di depan kampung kami, itu baru masuk ke kawasan Lido," tambah Mimin.


Mimin tidak membantah apabila di kawasan Lido ini dijadikan tempat rekreasi terbesar, bisa berdampak terhadap peningkatan perekonomian warga. Terlebih kabar yang di dengar warga, tempat rekreasi itu akan dibangun persis di sekitar perkampungan ini. Maka dari itu, dia enggan angkat kaki dari tanah kelahirannya."Makanya, kami tidak mau pindah dari tempat sekarang. Ini nantinya sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi kami dan warga lainnya," tegas Mimin.Hanya saja, sikap Pemerintah Provinsi Jawa Barat seakan leboh condong kepada pemodal. Belum apa-apa, mereka sudah menyatakan mendukung proyek besar itu. Padahal sebagai abdi negara, mereka juga mestinya memikirkan nasib rakyatnya.Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, tak melarang rencana konglomerat Amerika Serikat, Donald Trump, dan bos Media Nusantara Citra, Hary Tanoesoedibjo, membangun wahana hiburan Disneyland di Bogor. Namun, dia meminta dua pengusaha itu tetap harus mengikuti aturan tata ruang dan prosedur berlaku di Indonesia."Ya boleh membangun apa saja, yang penting ada kajiannya, ada amdalnya, dan tidak mengganggu tata ruang. Apa saja boleh dibangun, asal jangan pemenggalan orang," kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, di Gedung Sate, Bandung, kemarin.Deddy mengatakan, akan mendukung siapa saja ingin membangun kawasan komersil, asal tidak merusak tata ruang termasuk lingkungan. Apalagi Disneyland Bogor juga akan terhubung dengan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi."Apa saja boleh dibangun di sini, di mana tempatnya, asal sesuai tata ruang, sesuai prosedur. KBU (Kawasan Bandung Utara) boleh juga? Kan enggak apa-apa, asal sesuai prosedur. Jadi enggak ada yang dilarang, kecuali kawasan yang tidak terlarang," ucap Deddy.Deddy mengaku belum bisa melihat apakah di areal rencana proyek akan ditemukan pelanggaran atau tidak jika harus dibangun wahana mewah. "Nanti dilihat itu kawasan terlarang atau tidak, kajiannya nanti dikimrum. Karena itu tata ruang Sukabumi, Bogor, termasuk juga provinsi," tutup Deddy.

Rekomendasi