Kemegahan Masjid Abu Beureueh yang dibangun dari beras segenggam

Masjid kuno yang ditetapkan sebagai cagar budaya ini berada di Beureuenuen, Mutiara Barat, Pidie, Aceh.

Nanda Farikh Ibrahim
Kemegahan Masjid Abu Beureueh yang dibangun dari beras segenggam
Dua menara yang menjulang tinggi menambah kesan megah Masjid Baitul Ala Lilmujahidin, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Abu Beureueh di Beureuenuen, Mutiara Barat, Pidie, Aceh, Sabtu (20/6). Nama Abu Beureueh yang disematkan pada masjid ini merupakan nama seseorang yang memprakarsai pembangunannya pada 1951. ©2015 merdeka.com/afif
1 dari 5 halaman
Kemegahan Masjid Abu Beureueh yang dibangun dari beras segenggam
Di belakang masjid ini terdapat makam Abu Beureueh. Makam ini dipagar dengan teralis putih dan di dalamnya ada dua pohon jarak. ©2015 merdeka.com/afif
2 dari 5 halaman
Kemegahan Masjid Abu Beureueh yang dibangun dari beras segenggam
Kondisi makam Abu Beureueh. Dulu, Abu Beureuh membangun masjid tersebut bersama warga lainnya dengan gotong-royong. Sumber dananya bukanlah dari donatur atau pemerintah melainkan sumbangan masyarakat. ©2015 merdeka.com/afif
3 dari 5 halaman
Kemegahan Masjid Abu Beureueh yang dibangun dari beras segenggam
Kala itu Abu Beureueh meminta kepada seluruh penduduk di Pidie untuk menyumbang pembangunan ini dengan cara menyisihkan beras di rumah masing-masing. Oleh karena itu, pembiayaan bangunan masjid ini dikenal dengan Breueh Sigenggam (beras segenggam). ©2015 merdeka.com/afif
4 dari 5 halaman
Kemegahan Masjid Abu Beureueh yang dibangun dari beras segenggam
Ketika Ramadan, Masjid Abu Beureueh yang berkapasitas 1.000 orang ini selalu penuh sesak oleh jemaah, baik untuk beribadah seperti mengaji pada siang hari, maupun menunaikan salat sunah tarawih. ©2015 merdeka.com/afif
5 dari 5 halaman
Kemegahan Masjid Abu Beureueh yang dibangun dari beras segenggam
Sebuah mimbar terdapat di dekat tempat imam memimpin salat berjamaah. ©2015 merdeka.com/afif
Rekomendasi