Dua perwira tinggi polisi aktif dan satu purnawirawan inspektur jenderal mengajukan diri mengikuti seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mabes Polri menegaskan para jenderal itu maju sendiri tanpa diminta institusi.Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan ketiganya adalah putra-putra terbaik Korps Bhayangkara. "Tiga nama ini merupakan pakar-pakar reserse. Yang penting komitmen dan integritas, mental yang tidak usah diragukan lagi," ujarnya.Tiga jenderal itu adalah Kapolda Papua Irjen Yotje Mende, PATI SSDM Polri Penugasan Kemenko Polhukam bidang Koordinasi Keamanan Nasional, Irjen Syahrul Mamma dan mantan Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen (Purn) Benny Mamoto. Juru Bicara Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Betti Alisjahbana mengakui memang ada dari Kepolisian yang mengajukan perwira tingginya untuk mendaftar calon pimpinan KPK. Namun, Betti enggan membeberkan siapa saja perwira tinggi polisi aktif tersebut yang turut mendaftar sebagai calon pimpinan KPK."Ya mereka usulkan beberapa nama. Saya pikir kita memang undang masyarakat, institusi, kemudian kelompok strategis untuk identifikasi calon calon yang memenuhi kriteria," kata Betti di Gedung Setneg, Jakarta.Berikut sosok tiga jenderal polisi yang berniat jadi pimpinan KPK:
Advertisement
Irjen Syahrul Mamma merupakan satu dari tiga jenderal yang berminat jadi pimpinan di lembaga antirasuah. Jenderal kelahiran Ujungpandang, Sulawesi Selatan itu dikenal berpengalaman di bidang reserse.Sejumlah pos sempat ditempati oleh pria 57 tahun itu. Saat masih perwira menengah Syahrul menjabat sebagai Kapolres Metro Jakut dan Direskrimsus Polda Metro Jaya. Pangkat di pundaknya berubah jadi bintang saat ditunjuk menjadi Irwil II Itwasum Polri, pada 2010.Karier Syahrul terus menanjak saat dipercaya menjadi Sahlisospol Kapolri dan Kadiv Hukum Polri. Di pos barunya Syahrul promosi menjadi inspektur jenderal. Kini, Syahrul ditugaskan di Kemenko Polhukam bidang Koordinasi Keamanan Nasional.
Advertisement
Irjen Yotje Mende termasuk perwira tinggi paling senior saat ini di Korps Bhayangkara. Sejak 16 Juli 2014, dia ditugaskan menjadi Kapolda Papua.Yotje merupakan lulusan Akpol 1981, satu angkatan dengan mantan Kapolri Jenderal Sutarman. Sama seperti Syahrul, Yotje juga berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelum bertugas di Polda tipe A, pria kelahiran Tolitoli, Sulawesi Tengah, itu ditugaskan sebagai Kapolda Kepri. Dia juga pernah menjabat sebagai Kasespimti Sespimpol Lemdiklat Polri.
Advertisement
Nama Irjen (Purn) Benny Josua Mamoto tentu tidak asing di telinga para gembong narkoba. Saat masih bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny banyak membongkar kasus-kasus besar. Saat di BNN, Benny sempat menjabat sebagai direktur. Dia lalu promosi menjadi Deputi Pemberantasan Narkotika BNN. Bintang di pundak jebolan Akpol 1977 itu pun bertambah menjadi dua.Selama berkarier, Benny banyak ditugaskan di bidang reserse. Pos-pos yang pernah ditempati antara lain Ka Unit I/Keamanan negara-Separatis, Dit I Bareskrim Polri, Wakil Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri dan Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia.