Isu adanya demonstrasi besar-besaran untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei, ternyata hanya isapan jempol belaka. Di Palembang, hingga sore ini sama sekali tidak ada gerakan massa yang turun ke jalan alias adem ayem.
Pantauan merdeka.com, lokasi yang biasa menjadi tempat mahasiswa dan aktivis berunjuk rasa, seperti Bundaran Air Mancur, kantor Gubernur Sumsel, kantor DPRD Sumsel, dan simpang Polda Sumsel, tak satupun terlihat demonstrasi. Kawasan itu tetap tenang dan hanya disibukkan dengan lalu lalang pengendara motor.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman, pihaknya hingga kini belum menerima laporan terkait adanya aksi demo di Palembang. Bahkan, dirinya belum tahu bakal ada demonstrasi yang bertujuan menggulingkan Jokowi dari jabatannya sebagai presiden.
"Belum ada tuh, laporan belum masuk. Justru saya baru dengar bakal ada isu seperti itu," ungkap Mukti, Rabu (20/5).
Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan terkini terkait situasi dan kondisi di wilayah Sumsel, terutama di Palembang.
"Jelas kita pantau terus, siapa tahu ada yang turun ke jalan," kata dia.
Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk bergabung dalam aksi serentak tanggal 20 Mei 2015 dengan agenda 'Penurunan Presiden Jokowi'. Ajakan ini disebarluaskan BEM secara berantai di kalangan mahasiswa dan aktivis.