Pemerintah siap gelar Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015

Acara yang berlangsung di Provinsi Sulawesi Tengah itu dinilai memberikan dampak positif bagi daerah.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Pemerintah siap gelar Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015
Sail Tomini. Antara

Sembilan menteri kabinet kerja, dua gubernur dan dua bupati meluncurkan Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015 ditandai dengan pemukulan secara bersama-sama alat musik tradisional 'Gimba' dari Sulawesi Tengah, di Mal Epiwalk Hotel Epicentrum Jakarta.Kesembilan menteri tersebut adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Polhukam, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kominfo, Menteri Ristek dan Dikti, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Perindustrian, Menteri Pembinaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi, Menpora, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Bupati Parigi Moutong Sulteng Samsurizal tombolotutu dan Bupati Boalemo Gorontalo Rum Pagau.Acara yang berlangsung meriah dan dipadati sekitar 1.000 warga ini juga dihadiri Kapolri, sejumlah duta besar negara sahabat, dan para anggota DPR dan DPD RI dari Sulawesi Tengah dan Gorontalo serta 16 kepala daerah dari kabupaten/kota yang terletak di Teluk Tomini, meliputi provinsi Sulteng dan Gorontalo. Demikian dilansir Antara, Selasa (5/5).Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, festival laut dan pelayaran Sail Tomini dan Festival Boalemo di Provinsi Sulawesi Tengah memberikan dampak positif bagi daerah dalam percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah tertinggal. Karena itu, kementeriannya mendukung dilaksanakannya acara tersebut."Penyelenggaraan Sail merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan penguatan strategi pembangunan kelautan dan maritim untuk bersama-sama secara sinergis membangun Indonesia sebagai negara maritim yang maju dan mandiri," kata Puan saat meresmikan Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015.Menurutnya, Sail Tomini dan Festival Boalemo sejalan dengan program pembangunan nasional dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, yaitu menegaskan sekaligus memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim."Penguatan tersebut tidak hanya dalam dimensi menjaga kedaulatan dan integritas wilayah NKRI akan tetapi juga melakukan penguatan atas strategi pembangunan kelautan dan maritim yang diarahkan untuk dapat menguasai dan mengelola sumber daya kelautan dan maritim bagi kesejahteraan rakyat," ujar Puan.Dia mengatakan, Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2014 adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah pusat untuk mendukung acara ini. Menurutnya, acara ini patut didukung karena bagian dari upaya mendukung kebijakan dan program pemerintah yang akan difokuskan pada upaya percepatan peningkatan produksi perikanan, pengembangan energi dan mineral kelautan, pengembangan kawasan wisata bahari, dan kemampuan industri maritim dan perkapalan."Prioritas khusus akan diberikan pada peningkatan fungsi dan peran perhubungan laut untuk mewujudkan poros maritim dunia," ujar Puan."Festival Budaya merupakan salah satu upaya kita dalam meneguhkan Kebhinekaan bangsa Indonesia. Kebudayaan lokal merupakan tempat bertumbuhnya bangunan budaya dan karakter bangsa Indonesia. Oleh karena itu kebudayaan lokal memiliki peran yang sangat strategis di dalam memperkuat persatuan Indonesia dan meneguhkan bahwa Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika," kata Puan.

Halaman
Rekomendasi