Annas paksa Gulat cari uang suap buat DPR dan Zulkifli Hasan

Jaksa Kresno Anto Wibowo meminta Gulat menjelaskan sumber dana dari Edison.

Aryo Putranto Saptohutomo
Annas paksa Gulat cari uang suap buat DPR dan Zulkifli Hasan
Sidang Gulat Manurung. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Terdakwa kasus suap pengajuan revisi alih fungsi lahan perkebunan di Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung, membeberkan seluruh fakta soal perkara itu di dalam persidangan. Dia mengatakan dipaksa oleh Gubernur non-aktif Riau, Annas Maamun, buat mencarikan duit sogok buat menyuap DPR-RI dan Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan.Gulat yang juga dosen Universitas Riau mengatakan hal itu dalam sesi pemeriksaan terdakwa pada sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/1). Dia mengatakan, uang itu diambil dari pemberian Direktur Utama PT Citra Hokiana Triutama, Edison Marudut Marsadauli Siahaan, sebesar Rp 2,9 miliar."Saya didesak terus oleh Pak Annas. Pak Annas hanya bilang, 'Lat, kau minta duit ke PT Palma (Duta Palma) Rp 2,9 miliar untuk DPR RI dan pak menteri.' Itu perintah bapak pertama, kedua, ketiga. Dan yang terakhir bilang, 'Kau pinjam dulu," kata Gulat.Jaksa Kresno Anto Wibowo lantas meminta Gulat menjelaskan sumber dana dari Edison. Tapi Gulat mengaku tidak tahu."Saya tidak tahu sumbernya dari mana. Saya cuma bilang, 'Bisa tolong pinjam uang lae? Kita ya besik lah.' Yang saya tahu dia punya banyak uang karena punya kebun sawit dan saya sudah berkali-kali pinjam kepada dia," sambung Gulat.

Rekomendasi