Ini unek-unek Pak Subagyo soal kurikulum pendidikan

"Kemarin mengikuti soal kurikulum 2013, itu sudah mau diganti, padahal jalan saja belum, baru sedikit yang terapkan."

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Ini unek-unek Pak Subagyo soal kurikulum pendidikan
Subagyo penjual jasa garap soal matematika. ©2014 merdeka.com/kresna

Meski tidak sempat menamatkan pendidikan S1-nya di teknik kimia UGM, Subagyo menaruh perhatian terhadap pendidikan di Indonesia. Menurutnya, salah satu kelemahan pendidikan Indonesia karena terlalu banyak berganti kurikulum."Kita terlalu banyak ganti-ganti menteri dan kurikulum," kata Subagyo saat ditemui di lapak jasa penggarapan soal matematika di samping kantor pos Kotagede Yogyakarta, Selasa (16/12).Dia pun berpesan kepada Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan untuk tidak mengonta-ganti Kurikulum."Kemarin mengikuti soal kurikulum 2013, itu sudah mau diganti, padahal jalan saja belum, baru sedikit yang terapkan, tapi saya lihat beliau sudah melunak," ujarnya.Dia berpesan kepada Anies agar juga memperhatikan fasilitas belajar anak-anak di Indonesia. Terutama dengan penyediaan buku-buku pelajaran dan penunjang yang murah dan terjangkau oleh orang-orang tidak mampu. Meski sudah ada buku paket, namun itu tidak cukup."Pak Anies, bagaimana buku-buku pelajaran bisa murah. Kalau sekolah dimurahkan biayanya, buku mahal sama saja," pesannya.Selain itu dia juga berpesan kepada orang-orang yang putus sekolah di Indonesia untuk tidak berhenti belajar. Dia yakin meski tidak sekolah ilmu pengetahuan pasti berguna suatu saat."Tuhan sudah mengarunia semua kemampuan, kita tinggal menggali potensi. Jangan berhenti belajar meski putus sekolah. Tidak semua yang putus sekolah bernasib buruk, ada yang jadi seperti Menteri Susi," pungkasnya.

Rekomendasi