Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Indonesia, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Polisi yang berada di lokasi mengusir para demonstran dengan menggunakan water cannon. Polisi juga mengamankan 8 orang mahasiswa yang diduga sebagai provokator.Kericuhan mulai pecah saat polisi mencoba mengusir para mahasiswa yang telah melewati batas waktu aksi unjuk rasa, sekitar pukul 18.00 WIB. Puluhan mahasiswa yang menolak untuk dibubarkan anggota kepolisian, mulai melakukan penyerangan dengan menimpuki petugas menggunakan batu."Selain mengamankan delapan mahasiswa, kami juga berhasil mengamankan barang bukti berupa petasan, dan pecahan bom molotov yang dipergunakan menyerang petugas," ujar Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Umar Fana, di lokasi, Rabu (3/12).Selain melakukan penyerangan terhadap petugas, beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi juga ikut dirusak oleh sekelompok mahasiswa. Tak hanya itu sejumlah sepeda motor milik warga yang terparkir di lokasi juga menjadi sasaran amuk mahasiswa."Bentrokan mulai baru mereda setelah mahasiswa berhasil dipukul mundur dan masuk ke dalam kampus Universitas Bung Karno. Untuk mengantisipasi bentrok lanjutan petugas sudah disiapkan untuk berjaga-jaga," terang Umar.
Demo BBM di Jalan Diponegoro ricuh, delapan mahasiswa ditangkap
Beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi juga ikut dirusak oleh sekelompok mahasiswa.
Advertisement
Rekomendasi