HTI: Apa fungsi tes keperawanan, jika moral calon Polwan bejat

Menurutnya, teknologi sekarang bisa membuat wanita yang sudah tidak perawan kembali perawan.

Sherly Iskandar
Oleh Sherly Iskandar - Reporter
HTI: Apa fungsi tes keperawanan, jika moral calon Polwan bejat
Aksi damai HTI di HI. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Anggota Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Iffah Ainur Rochmah mengatakan tes keperawanan untuk calon polisi wanita (Polwan) dinilai tidak penting dilakukan. Dia berpendapat, lebih baik memperhatikan moral dan akhlak dari para calon polwan. "Apa sih bedanya perawan atau tidak perawan hari ini? Di mana dengan teknologi yang ada sudah banyak sekali orang-orang yang melakukan operasi mengembalikan keperawanan. Apa fungsinya ketika dites ternyata dia perawan, padahal moralitasnya bejat karena pergaulan bebas yang sudah menjadi budayanya," tutur Iffah di sela Liqo Muharram Mubalighoh di aula Dewan Dakwah Islam Indonesia, Jakarta, Sabtu (22/11).Lanjutnya lagi, kehebohan isu tes keperawanan disebabkan karena masyarakat sudah semakin gerah, tidak bisa terima dengan pergaulan bebas. Jadi solusinya harus ada pendidikan moral untuk memperbaiki akhlak dan mencegah pergaulan bebas.Selain pendidikan moral, harus juga diciptakan sebuah regulasi yang memastikan tidak ada yang memicu adanya seks bebas. Iffah memandang media dan institusi pendidikan dinilai sangat berperan untuk mendukung solusi ini.

Rekomendasi