Ke mana polisi buru 'power ranger' yang tewaskan 7 orang di Waru

Sampai saat ini, kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan penyebab pasti kejadian tersebut.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Ke mana polisi buru 'power ranger' yang tewaskan 7 orang di Waru
Ilustrasi kecelakaan bus. ©2014 Merdeka.com

Kemarin ada peristiwa tabrakan maut di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Bus PO Harapan Jaya jurusan Surabaya-Trenggalek dengan nomor polisi AG 7900 UR mengalami kecelakaan tunggal. Bus tersebut baru keluar dari Terminal Purabaya sekitar pukul 04.00 WIB, lalu terguling dan mengakibatkan tujuh orang tewas dan luka-luka.Kabar yang berkembang terkait penyebab kecelakaan, bus PO Harapan Jaya yang melaju dari timur ke barat itu kejar-kejaran dengan bus lain. Posisi bus Harapan Jaya yang berisi sekitar 30 penumpang berada di sisi kanan dan bus di belakangnya berada di sisi kiri (selatan).Ketika kejar-kejaran berlangsung, Teguh Hariyanto (39), sopir bus yang oleh rekan-rekannya dijuluki "Power Ranger" karena kerap mengemudi dengan kencang itu tak menyadari jika kondisi jalan agak menikung di depan Mahkamah Militer (Mahmil). Warga kediri itu tak bisa menguasai bus hingga bagian depan kanan bus menghantam pembatas jalan (guardrail). Dalam kondisi menabrak guardrail itu bus terus berjalan hingga akhirnya terguling dan terseret sejauh 100 meter. Akibat dari kejadian itu, penumpang banyak yang terlempar. Tujuh orang diketahui meninggal dunia, sementara sisanya luka-luka.Sejumlah rekan juga menyebut, kendaraan yang dikemudikan oleh Teguh juga dalam kondisi baik. Bahkan, Teguh juga dalam kondisi bugar, sebelum berangkat dari Terminal Bungurasih. Ia sempat tidur sekitar dua jam, sebelum berangkat lagi.Sampai saat ini, kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan penyebab pasti kejadian tersebut. Usai kecelakaan, Teguh kabur melarikan diri.

Polisi yang sudah mengantongi identitas sopir Bus Harapan Jaya Nopol AG 7900 UR, Teguh Hariyanto (39), langsung memburunya. Teguh diketahui sebagai warga Kediri, Jawa Timur. Dia sopir bus yang terguling dan menyebabkan tujuh penumpang meninggal dunia di Desa Bungurasih, Waru, Sidoarjo.Teguh diketahui kabur lewat kaca depan bus yang pecah usai peristiwa itu terjadi. Diduga, Teguh mengalami shock dan kabur dari lokasi kejadian."Kita sedang tangani. Diduga sopir shock dan kabur. Untuk identitas sudah kita ketahui dan kita lakukan upaya penangkapan," terang Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Ferdian Iskandar via telepon selulernya.Namun, meski sudah mengantongi identitas sopir bus, Ferdian mengaku sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui keberadaan Teguh."Kita akan upayakan untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sopirnya bisa kita tangkap dan kita mintai keterangan," terang Ferdian.

Perburuan Teguh Hariyanto alias Power Ranger, sopir bus Harapan Jaya berlanjut. Petugas Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur, meminta keluarga Teguh kooperatif. Keluarga diminta polisi memberitahu keberadaan sopir bus nahas itu."Kami sejak informasi kecelakaan itu langsung ke rumah istrinya di sini (Kediri). Kami memberitahu keluarganya, agar menghubungi polisi guna proses hukum," kata Kepala Polsek Plosoklaten Iptu Samsul Huda di Kediri, Selasa (14/10).Seperti diberitakan Antara, dia mengatakan sudah bertemu langsung dengan istri Teguh Harianto di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Saat itu, istrinya juga mengatakan sudah dihubungi suaminya, tapi tidak bicara banyak."Istrinya sempat dihubungi tapi tidak bicara banyak dan langsung terputus. Dihubungi lagi tidak bisa," ucapnya.Kapolsek juga menyebut, seluruh anggota sudah mendapatkan foto Teguh. Anggota juga akan memantau rumah keluarganya di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten tersebut, serta rumah orangtuanya di Kota Kediri.

Sementara itu, keluarga Teguh mengaku sempat menghubungi keluarganya di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, bertanya tentang keberadaan sopir bus nahas itu. Namun keberadaannya masih belum diketahui."Atas data-data yang ada, kami sudah mendatangi rumah Teguh, tetapi yang bersangkutan tidak ada. Menurut istrinya, Teguh sempat menghubungi usai kecelakaan itu setelah itu HP-nya tidak aktif," ujar Kapolsek Plosoklaten Iptu Samsul Huda, Selasa (14/10)Menurut Samsul pihaknya telah mengimbau anggota keluarganya agar membujuk Teguh supaya bersedia menyerahkan diri, dan bersedia menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian."Dari pendekatan yang kami lakukan pihak keluarga sebenarnya menginginkan agar Teguh menyerahkan diri. Namun jika dia masih saja bersembunyi, justru akan semakin memperberat kesalahannya," katanya.Teguh sendiri sebenarnya berasal dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Teguh kini tinggal di Desa Ploso Lor setelah menikahi warga setempat. Sudah lima tahun terakhir Teguh bekerja sebagai sopir di PO Harapan Jaya.

Rekomendasi