Keluarga minta sopir Bus Harapan Jaya menyerahkan diri

Teguh kini tinggal di Desa Ploso Lor setelah menikahi warga setempat.

Imam Mubarok
Oleh Imam Mubarok - Reporter
Keluarga minta sopir Bus Harapan Jaya menyerahkan diri
Ilustrasi Kecelakaan bus. ©2014 Merdeka.com

Teguh, sopir Bus Harapan Jaya yang kabur usai kecelakaan di Waru, Sidoarjo, Senin dini hari (13/10) kemarin hingga saat ini masih diburu petugas Polsek Plosoklaten Kediri. Keterangan keluarganya, Teguh sempat menghubungi keluarganya di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, namun keberadaannya masih belum diketahui."Atas data-data yang ada, kami sudah mendatangi rumah Teguh, tetapi yang bersangkutan tidak ada. Menurut istrinya, Teguh sempat menghubungi, usai kecelakaan itu setelah itu HP-nya tidak aktif," ujar Kapolsek Plosoklaten Iptu Samsul Huda, Selasa (14/10)Menurut Samsul pihaknya telah mengimbau anggota keluarganya agar membujuk Teguh supaya bersedia menyerahkan diri, dan bersedia menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian."Dari pendekatan yang kami lakukan pihak keluarga sebenarnya menginginkan agar Teguh menyerahkan diri. Namun jika dia masih saja bersembunyi, justru akan semakin memperberat kesalahannya," tambahnya.Teguh sendiri sebenarnya berasal dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Teguh kini tinggal di Desa Ploso Lor setelah menikahi warga setempat. Sudah lima tahun terakhir Teguh bekerja sebagai sopir di PO Harapan Jaya.Sebagaimana diketahui kecelakaan maut dialami Bus Harapan Jaya di depan Mahmil Medaeng Sidoarjo pada Senin dini hari (13/10). Menurut catatan pihak kepolisian dan medis rumah sakit tujuh orang penumpang dinyatakan tewas, dimana empat diantaranya berasal dari Kediri.

Rekomendasi