Salah satu korban Bus Harapan Jaya baru pulang dari kawinan

Suniyem meninggal dunia dalam insiden itu. Sedangkan sembilan anggota keluarganya mengalami luka-luka.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Salah satu korban Bus Harapan Jaya baru pulang dari kawinan
Ilustrasi kecelakaan bus. ©2014 Merdeka.com

Nahas dialami Suniyem, warga asal Basongan, Kayen Kidul, Kediri, Jawa Timur. Usai mendatangi hajatan pernikahan keponakannya di Surabaya, perempuan 55 tahun itu menjadi salah satu korban laka maut Bus Harapan Jaya Nopol AG 7900 UR di Desa Bungurasih, Waru Sidoarjo, atau tepatnya di depan Kantor Mahkamah Militer (Mahmil), Senin (13/10) sekitar pukul 04.00 WIB.Ceritanya, dua hari lalu, adik Suniyem yang tinggal di Jalan Donowati, Surabaya, Jumini (50), menggelar pesta pernikahan anaknya bernama Indah Kurnia. Bersama sembilan anggota keluarga yang lain, Suniyem datang ke Surabaya.Sebelum ke Surabaya, Suniyem dan keluarga yang lain, terlebih dahulu mampir ke Mojokerto untuk menghadiri pesta pernikahan keluarganya yang lain, dan baru ke Surabaya.Sampai di Surabaya, Suniyem dan keluarganya yang lain baru pulang ke Kediri lagi, pagi tadi dengan mengendarai bus nahas Harapan Jaya, yang dikemudikan Teguh Hariyanto (39), warga Kediri.Sialnya, bus yang ditumpangi Suniyem mengalami kecelakaan tunggal di Desa Bungurasih usai keluar dari terminal. Bus yang ditumpanginya terguling saat hendak menyalip bus lain dari sisi kiri.Suniyem meninggal dunia dalam insiden itu. Sedangkan sembilan anggota keluarganya mengalami luka-luka. "Waktu mau pulang, saya antar naik Bus Damri dari (Jalan) Kupang, Surabaya ke Terminal Bungurasih, lalu naik bus ke Kediri. Saya juga tak ada firasat apa-apa sebelumnya, tahu-tahu ada kabar musibah ini," terang Jumini sedih.Sebelumnya, Bus Harapan Jaya dikabarkan mengalami laka tungga di jalan arah Bundaran Waru menuju Sepanjang, tepatnya di depan Kantor Mahmil di Desa Bungurasih sekitar pukul 04.00 WIB.Supir yang dikemudikan Teguh itu terguling usai hendak menyalip dari sisi kiri bus lain yang ada di depannya. Tujuh orang meninggal dan lainnya luka-luka dalam insiden itu. Sementara Teguh, melarikan diri usai insiden itu. Dia kabur melalui kaca depan bus yang pecah.

Rekomendasi