Ratusan mahasiswa dan pegiat dunia kreatif di Purwokerto Jawa Tengah menggelar aksi menolak premanisme politik. Mereka akan melawan jika pemilihan kepala daerah melalui DPRD.Dengan menamakan diri #NoNameNoFlag, mereka merespon kondisi perpolitikan Indonesia yang semakin mengebiri hak rakyat Indonesia yang selama ini dinilai merupakan negara demokrasi papan atas dunia."Kami tak membawa bendera, karena ini murni gerakan bersama untuk melawan premanisme politik. Aksi ini merupakan prakondisi jika UU Pilkada tetap dilaksanakan," kata koordinator aksi, Kemal Fuad Ramadhan, Rabu (8/10).Aksi dimulai dari jalan HR Bunyamin depan kampus Universitas Jenderal Soedirman menuju Alun-Alun Purwokerto. Dalam aksi jalan kaki tersebut, mereka mengenakan kaos hitam sebagai simbol matinya demokrasi dan juga menggelar aksi teatrikal. Selain itu, mereka juga membawa poster bertulisan 'tolak UU Pilkada', 'Pacar Saja milih Sendiri', 'Tulunglah suara Inyong digatekna', dan beberapa poster lainnya.Peserta aksi mulai berjalan sekitar pukul 09.30 WIB dengan dikawal polisi. Sepanjang jalan, mereka meneriakkan penolakan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, pemilihan kepala daerah melalui DPRD merupakan indikasi neo-orde baru yang mulai bangkit kembali.Ia menampik, gerakan tersebut menjadi bagian dalam membela partai tertentu. Namun, dia menegaskan persoalan ini adalah untuk mengembalikan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri yang selama 10 tahun berjalan dan kini kembali dikebiri. "Ini soal hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri dan kini akan dikebiri," katanya.Menurutnya, dengan memotong hak demokrasi masyarakat untuk menentukan nasib politiknya sendiri menjadi sangat bermasalah. Sebab, lanjutnya, suara rakyat saat ini ditentukan oleh orang-orang yang gemar berebut kursi."Wakil rakyat saat ini menunjukkan sifat kekanak-kanakannya. Mereka mempertontonkan intrik politik dengan mengatasnamakan suara rakyat," ucapnya.Kemal mengemukakan, lantaran itulah, ia bersama beberapa komunitas kreatif dan mahasiswa turun ke jalan untuk mendesak agar hak rakyat dalam memilih pemimpinnya dikembalikan. "Kami turun ke jalan untuk mengingatkan kalau demokrasi di Indonesia akan dibunuh," katanya.
Demo 'pacar saja milih sendiri' sindir Pilkada oleh DPRD
Dengan menamakan diri #NoNameNoFlag, mereka merespon kondisi perpolitikan Indonesia yang semakin mengebiri hak rakyat.
Advertisement
Rekomendasi