Sebagai hakim Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva, menyadari tugasnya tak mudah. Dia akan dikelilingi pihak-pihak yang rela melakukan apapun demi kemenangan.Biasanya, keluarga terdekat para hakim pun tak luput dari inceran para pihak beperkara. Mereka coba mendekati dengan harapan dapat mempengaruhi putusan si hakim.Tapi hal itu tak berlaku buat Hamdan. Buatnya, urusan kantor tak bisa dicampuradukkan dengan keluarga."Jadi istri saya walaupun satu tempat tidur, tidak saya beritahu besok paginya ada putusan. Saya bedakan urusan keluarga dengan negara. Karena urusan perkara dengan keluarga berbeda," tegas Hamdan saat berbincang dengan awak KLN Network, di Gedung MK.Dia memastikan, dalam setiap putusannya tidak ada intervensi dari pihak mana pun termasuk istri. Meski dia tak menampik ada saja pihak-pihak yang coba melobi Hamdan lewat istrinya."Jadi siapapun tidak tahu perkara yang sedang ditangani, karena siapapun tidak pernah saya beritahu soal perkara apa yang tengah saya tangani. Jadi selama ini kalau ada yang nanya ke istri tentang saya, istri saya menjawab apalagi kamu (orang lain) saya sendiri saja (istri) nggak tahu," beber pria berkacamata ini.Hamdan pun memberi batasan pada istrinya yang bekerja sebagai pengacara. Cara ini dia pakai agar tak ada sangka dan praduga yang berujung pada pergunjingan negatif padanya."Istri saya jadi pengacara sejak dulu, sudah 20 tahun lebih. Tapi karena tahu sikap saya maka setiap ada orang lain atau klien yang menanyakan saya sedang menangani apa istri saya tidak membalasnya. Saya juga membuat aturan selama saya menjadi hakim, istri saya tidak boleh menangani perkara di sini perkara, ndak boleh menangani perkara korupsi, pokoknya banyak," ungkap Hamdan."Jadi itulah bentuk supportnya ke saya," pungkasnya.
Hamdan Zoelva: Jangan coba lobi saya lewat istri
"Jadi istri saya walaupun satu tempat tidur, tidak saya beritahu besok paginya ada putusan," kata Hamdan.
Advertisement
Rekomendasi