Damai dengan warga, GWK kembali kebanjiran wisatawan

Puluhan kendaraan travel mulai memenuhi areal parkir kawasan GWK, puluhan wisatawan juga terlihat antre di loket.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Damai dengan warga, GWK kembali kebanjiran wisatawan
Dialog antara warga dan GWK. ©2014 Merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Setelah sempat lumpuh total selama dua hari, Selasa 26 Agustus kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) kembali normal dan dibanjiri wisatawan baik lokal maupun asing. Ini menyusul negosiasi hingga larut malam antara pihak GWK dengan warga setempat, sehari sebelumnya yang menemukan kesepakatan bersama.Nampak puluhan kendaraan travel mulai memenuhi areal parkir kawasan GWK, puluhan wisatawan juga terlihat antre di loket tiket masuk atraksi kecak dance. "Yah kita hanya bisa bersyukur bahwa apa yang kita inginkan bersama menemukan titik temu antara pihak kami GWK dan warga setempat. Pada intinya kami sangat mengapresiasi apa yang menjadi keinginan warga, itu komitmen kami," kata Seno Andikawanto, Direktur Operasional PT Alam Sutra (tbk), Selasa 25 Agustus.Dirinya juga tidak ingin membahas panjang lebar tentang apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama dengan pihak warga. "Kita akan laksanakan apa yang sudah tertuang dalam perjanjian sebelumnya. Dan itu sangat kita apresiasi, ini demi kepentingan bersama," papar Seno di Office GWK.Ditanya apakah persoalan ini ada kaitannya dengan Plaza Amata, mengingat posisi aksi warga persis di depan pintu masuk plaza Amata namun justru pengurugan tidak dilakukan di pintu masuk gerbang kawasan ruko terbesar di GWK ini, Seno enggan berkomentar soal itu, dan mengingatkan untuk tidak terlalu melebar membawa nama Plaza Amata. "Itu di luar jalur pengawasan kami, sudah nyata warga hanya menuntut pada Alam Sutra. Tidak ada kaitannya dengan pihak Plaza Amata, soal ada hal lain maaf saya tidak tahu," Urainya.Sementara itu, Epivana selaku HRD PT Alam Sutra (tbk) memastikan setelah adanya kesepakatan dengan warga, GWK sudah dibuka kembali. Katanya, mulai berjalan normal sekitar pukul 11.00 wita. "Pagi-pagi bersama warga kita sisihkan batu kapur yang menutup jalan," ujarnya.Menurutnya pelaksanaan pembuatan akses jalan Rurung Agung, kata Epivana sudah dilaksanakan seiring pembersihan jalan yang ditutup warga. "Sudah mulai kita kerjakan, semoga sudah kelar sesuai keinginan warga dalam waktu enam bulan ke depan," kata Epivana.Sebelumnya warga memblokir jalan menuju kawasan GWK. Warga Banjar (Dusun) Suka Duka Giri Dharma Desa Ungasan mengajukan protes kepada investor Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, PT Alam Sutera Realty Tbk, karena mengalihkan salah satu akses masyarakat di sekitar itu ke lokasi lain."Kami dan warga tetap meminta investor merealisasikan akses Jalan Rurung yang berada di areal GWK. Sebab jalan tersebut sudah ada sejak turun-temurun sebagai akses menuju ke kuburan," kata Kelian (Ketua) Banjar Giri Dharma, Wayan Kurma di Jimbaran, Badung, Bali, Minggu.Ia mengatakan sejak pembebasan kawasan tersebut menjadi kawasan GWK sudah ada kesepakatan dengan investor terdahulu, bahwa akses tersebut tetap dibuka dan dapat dipergunakan untuk akses kepentingan desa adat."Namun dengan investor baru ini, tiba-tiba mengingkari kesepakatan tersebut. Karena penyerahan kepada investor lama ke baru harus mengikuti apa yang menjadi kesepakatan terdahulu yang berkaitan dengan kepentingan umum, dalam hal ini desa adat setempat," katanya.

Rekomendasi