Acara dugem yang gaungnya internasional, akhirnya membuka jalan warga untuk meluapkan segala uneg-uneg akan ketidakadilan di GWK. Puncaknya, mereka menutup akses jalan masuk untuk wisatawan ke GWK. "Anda setiap event selalu buang limbah ke muka kami. Anda dapat dollar kami dapat air kubangan. Jangan anda cuma buang air kencing di sini dan berak di sini, tetapi gemericik dollar yang anda dapat dibawa ke Jakarta," kata I Wayan Kurma, Kelian adat Suka duka Giri Dharma, Bukit Pecatu Kuta Selatan, di hadapan para petinggi GWK saat negosiasi, Senin (25/8).Negosiasi yang dimulai pukul 13.20 Wita, baru berakhir hingga pukul 21.10 Wita dengan menghasilkan beberapa poin. Namun yang menarik tertuang bahwa warga yang sebelumnya dijanjikan akan disalurkan air bersih ternyata hanya wacana belaka. "Sudah belasan tahun pak kami minum air tadah hujan. Memang ada yang mendapatkan tetapi tidak lebih dari 10 KK yang menerima. Bahkan tiap malam kami juga gelap gulita karena janji ada listrik tetap tidak ada," teriak warga sambil terisak.Bahkan pembuangan limbah pun pihak GWK hingga saat ini belum dimiliki, sehingga warga yang menerima limbah itu. "Duh pak, kalau setiap ada event kami harus terima bau busuk," imbuh Kurma.Dari hasil rembuk yang cukup alot secara terbuka yang dimediasi oleh Camat Kuta Selatan, Perbekel Ungasan dan Anggota DPRD Kab.Badung, Wayan Disel, setidaknya ada 6 poin yang menjadi tuntutan warga. Pihak GWK berjanji memenuhi terkait adanya rurung agung akses masuk menuju setra, jalan lingkar yang akan dipergunakan warga, saluran drainase pembuangan limbah, serta adanya fasilitas air dan listrik dan masalah perekrutan tenaga kerja. Sementara itu Epivana, selaku HRD PT Alam Sutra Tbk, investor yang mengakuisisi PT Gian saat dimintai komentarnya mengaku hal tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh PT Gian. Segala MoU dan keluhan yang diminta warga akan dipenuhi oleh pihak Alam Sutra."Saya tidak bisa berkomentar jauh tentang hasil kesepakatan negosiasi sebab hal tersebut masih berlangsung dan yang berhak memberikan pernyataan adalah pak Seno," papar Epivana sembari memaparkan pihak Giant sekarang telah bernaung di bawah akusisi PT Alam Sutra,Tbk.
Warga kritik GWK: Anda dapat dollar kami dapat air kubangan
"Sudah belasan tahun pak kami minum air tadah hujan. Memang ada yang mendapatkan tetapi tidak lebih dari 10 KK."
Advertisement
Rekomendasi