Wartawan dilarang meliput, warga lanjutkan pemblokiran GWK

"Kita keluar, untuk apa nego lagi kalau wartawan diusir. Jangan tutup-tutupi informasi," teriak warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wartawan dilarang meliput, warga lanjutkan pemblokiran GWK
Negosiasi warga dengan pihak GWK. ©2014 Merdeka.com

Lantaran wartawan dilarang meliput jalannya negoisasi antara pihak Garuda Wisnu Kencana (GWK) dengan warga, massa yang menutup jalan masuk GWK pun akhirnya mengamuk. Massa yang merupakan warga Desa Suka Duka Giri Dharma itu spontan menyerukan untuk keluar dari tempat jalannya negoisasi digelar."Kita keluar, untuk apa nego lagi kalau wartawan diusir. Jangan tutup-tutupi informasi. Mereka bertugas ingin melihat faktanya," teriak salah seorang warga.Negoisasi semula digelar di atas tempat pusat kantor GWK. Namun, akhirnya dilaksanakan di aula, tempat biasanya menggelar pertunjukan tari kecak. Warga yang sudah duduk dengan rapi dan siap menunggu pihak management masuk mendadak emosi melihat sejumlah awak media tidak diperkenankan masuk. "Maaf pak ini intern, silahkan keluar dulu," Jelas salah seorang petugas berbadan tegap kepada wartawan.Sejumlah wartawan yang sudah masuk saat itu, merdeka.com, Bali Tribune, Radar Bali, Warta Bali dan dari Pos Bali. "Kita negoisasi di ruang terbuka saja, dilokasi kita tutup jalan," Pinta warga kepada manajemen GWK.

Rekomendasi