Kabar perusakan rumah Novela Nawipa, saksi Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dari Papua, akan berbuntut panjang. Sebabnya, kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menganggap hal ini merupakan masalah serius.Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni menjelaskan, peristiwa pengrusakan terhadap rumah Novella sampai saat ini akan terus ditelisik. Sebab, sejauh ini pelaku perusakan belum diketahui."Memang benar telah terjadi pengrusakan terhadap rumah Novela di Kabupaten Paniai yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal. Kami sangat menyesalkan terjadinya pengrusakan tersebut," kata Yanni melalui keterangan pers yang diterima merdeka.com, Kamis (14/8).Sementara itu, Ketua tim Advokasi Prabowo–Hatta, Mahendradatta, menegaskan, pihaknya bakal menjamin keamanan saksi-saksi dalam sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Sedangkan kasus perusakan rumah novela, pihaknya segera membawa kejadian itu ke ranah hukum."Tim Hukum kami telah melakukan upaya-upaya perlindungan kepada saksi, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak DPD Papua mengenai langkah hukum apa yang akan diambil terkait dengan kejadian pengrusakan tersebut. Yang jelas kami siap membawa kasus ini ke jalur hukum," terang Mahendradata.Sebelumnya, Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengaku, rumah Novela Nawipa, saksi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dari Papua di rusak rumahnya . Menurutnya, sampai saat ini belum diketahui apa motifnya."Tim Prabowo-Hatta sangat menyesal saksi kami khususnya dari Papua mengalami intimidasi. Rumah Novela telah dirusak hari ini belum diketahui oleh siapa," kata Hashim saat jumpa pers di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Rabu (13/8).Adik kandung Prabowo ini menambahkan, pihaknya merasa peristiwa tersebut tidak bisa diterima. Maka itu, pihaknya telah meminta aparat keamanan bergerak menyelidiki kasus ini."Ini nggak boleh ditolerir. Tim Prabowo-Hatta sudah meminta aparat untuk menyelidiki ini," ucapnya.
Kubu Prabowo bawa kasus perusakan rumah Novela ke jalur hukum
Kubu Prabowo-Hatta menganggap hal ini merupakan masalah serius.
Advertisement
Rekomendasi