Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik melaporkan balik Ketua KPU Husni Kamil Manik karena dianggap mencemarkan nama baiknya. Sebelumnya Husni melaporkan Taufik lantaran mengancam akan menangkapnya.Menanggapi pelaporan balik itu, Husni menghargai sikap Taufik. Dia menilai pelaporan balik itu merupakan hak Taufik."Nanti kan dia juga akan dipanggil atas laporan kami dan akan memberikan keterangan," ujar Husni saat jeda sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Rabu (13/8).Husni menambahkan bersamaan dengan laporan pihaknya, nanti juga akan terbukti apakah ada pencemaran nama baik atau tidak. "Kalau yang kami adukan terbukti, yang mencemarkan nama baik siapa, kan enggak ada," tuturnya.Pasca-ancaman penangkapan itu, Husni mengaku tidak ada intimidasi terhadap dirinya. "Ancaman lain tidak ada," ucapnya.Seperti diketahui, tujuh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatangi Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (11/8) dini hari tadi. Kedatangan tiba-tiba para penyelenggara pemilu ini untuk melaporkan ancaman penculikan terhadap Ketua KPU Husni Kamil Manik ."Iya, (ancaman) terhadap Ketua KPU ," kata komisioner KPU , Hadar Nafis Gumay, kepada merdeka.com, Senin (11/8).Hadar dan rekan tiba di gedung Bareskrim sekitar pukul 00.30 Wib. Saat dihubungi pukul 02.30 WIB. Hadar juga membenarkan laporan tersebut terkait ancaman yang diberikan Ketua Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik kepada Husni."Iya benar," kata Hadar.Selang satu hari, Ketua Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik mendatangi Bareskrim Polri. Dia melaporkan Ketua KPU Husni Kamil Manik karena dianggap mencemarkan nama baiknya."Melaporkan balik pencemaran nama baik yang dilaporkan Husni Kamil Manik karena saya tidak pernah menyebut menculik. Itu disebut Husni saja, itu yang saya bilang tangkap, tidak ada kata-kata menculik," jelas Taufik di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (12/8).
Dipolisikan balik M Taufik, ini kata ketua KPU
"Kalau yang kami adukan terbukti, yang mencemarkan nama baik siapa, kan enggak ada," kata Taufik.
Rekomendasi