Saat kuliah, Novela cuma modal 2 celana panjang dan 5 baju

"Cukup bagi saya kuliah dengan mengeluarkan air mata. Saya tidak ingin anak-anak Papua yang lain mengalami hal serupa."

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Saat kuliah, Novela cuma modal 2 celana panjang dan 5 baju
novela nawipa. ©2014 Merdeka.com/facebook.dok pribadi

Perjuangan hidup Novela Nawipa dimulai dari bawah. Sejak sekolah dasar sampai duduk di bangku kuliah dia sudah terbiasa mencari uang sendiri. Ini dilakukan untuk menopang perekonomian keluarga.Saat kuliah di Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Novela masih hidup pas-pasan. Seperti dituturkannya, selama kuliah dia hanya berbekal dua helai celana panjang dan lima potong baju.Kondisi hidupnya itu tidak membuatnya patah semangat. Sebaliknya, kreativitas anak tertua dari delapan bersaudara ini justru semakin terbangun. "Saya pernah membantu rekan kuliah saya menyelesaikan tugas papernya. Dari situ, saya mendapat Rp 300 ribu," kata Novela dilansir dari Antara, Rabu (12/80."Saya melakukan semua ini karena, sebagai anak tertua, apa pun saya tempuh dengan cara yang halal agar saya bisa menjadi contoh yang baik bagi adik-adik saya," katanya.Pahit getirnya hidup yang dia rasakan semasa sekolah itu membuatnya ringan untuk membantu sesama. Bahkan, ibu satu anak yang harus menjadi orang tua tunggal setelah ditinggal mati suami ini menerapkan filosofi 'berbagi' dengan sebanyak mungkin orang dari hasil usahanya."Cukup bagi saya kuliah dengan mengeluarkan air mata. Saya tidak ingin anak-anak Papua yang lain mengalami hal serupa dengan yang pernah saya alami dulu. Saya buat kolam kebaikan buat mereka," kata dia.Dari hasil bisnisnya itu, Novela lantas menyekolahkan dua anak asal Wamena dan satu anak asal Paniai. Keduanya telah lulus pendidikan sarjana bidang pendidikan dari Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Abdi Bangsa Paniai."Kini mereka sudah menjadi guru di pedalaman Papua. Membangun orang Papua, terutama mereka yang berasal dari pedalaman, harus dimulai dari pembentukan karakter terlebih dahulu. Di sinilah pentingnya pendidikan. Beri konseling ke anak-anak Papua supaya mereka tahu kemana arah yang benar," katanya.

Kini secara perlahan kehidupan Novela mulai membaik. Dengan bekal keyakinan yang kuat, Novela mulai membangun bisnisnya dari hasil 'berkebun emas. Kegiatan jual-beli maupun menggadaikan logam mulia bersertifikat produk Antam untuk membeli lebih banyak emas itu dilakukan dengan tekun.Nama Novela dikenal ketika bersaksi di MK. Novela bukanlah saksi biasa yang diajukan oleh kubu Prabowo - Hatta. Novela adalah politikus Partai Gerindra, yang juga ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Paniai, Papua.Pada pemilihan legislatif, Novela mencoba keberuntungan dengan menjadi calon anggota DPRD dari Dapil I Kabupaten Paniai. Novela maju dari Partai Gerindra.

Rekomendasi