70 Persen penyebab kebakaran di Solo karena korsleting listrik

Salah satu penyebab korsleting adalah usia kabel yang sudah usang.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
70 Persen penyebab kebakaran di Solo karena korsleting listrik
kebakaran Jalan Karawang. ©2014 Merdeka.com/TMC Polda Metro

Maraknya kebakaran di Kota Solo akhir-akhir ini penyebabnya didominasi oleh hubungan pendek atau korsleting. Dari 26 kejadian kebakaran separuh lebih di antaranya disebabkan adanya hubungan arus pendek.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Nugroho, kepada wartawan, Jumat (8/8).

"Hampir 70 persen penyebab kebakaran di Solo karena adanya korsleting listrik," ujar Eko Nugroho.

Ia mensinyalir salah satu penyebab korsleting adalah usia kabel yang sudah usang. Masyarakat, lanjut Eko banyak yang tak mempedulikan usia kabel listrik dan penambahan daya yang dilakukan di sebuah rumah.

"Kabel yang sudah tua, biasanya jarang diperhatikan. Masyarakat kurang menghiraukan usia kabel yang ada dirumahnya. Penambahan daya tidak dibarengi dengan pemeriksaan usia maupun kapasitas tegangan kabel itu sendiri. Hal itu bisa memicu kebakaran yang sering terjadi," paparnya.

Penyebab lainnya, kata Eko adalah penggunaan colokan listrik lebih dari tiga beban. Hal itu mengakibatkan, beban kabel penyalur alur listrik menjadi berlebih. Sehingga, mengakibatkan putusnya kabel yang terbakar. Hal tersebut masih diperparah lagi dengan banyaknya material rumah yang mudah terbakar.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran akibat korsleting, ia menghimbau, agar konsumen rajin melakukan pengecekan terhadap usia kabel listrik. Masyarakat juga dihimbau agar tak melakukan upaya penambahan daya secara ilegal.

"Penambahan daya secara ilegal bisa berakibat pada meningkatnya beban listrik yang mengalir di kabel tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi