Fokus ke Akses Transportasi, Perumnas Siapkan 768 Hunian Subsidi di Tiga TOD

Perumnas menyiapkan hunian subsidi terintegrasi transportasi publik bagi MBR. Tiga TOD sudah tersedia, dengan rencana pembangunan lanjutan di Serpong.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Fokus ke Akses Transportasi, Perumnas Siapkan 768 Hunian Subsidi di Tiga TOD
Fokus ke Akses Transportasi, Perumnas Siapkan 768 Hunian Subsidi di Tiga TOD

Perum Perumnas memperluas pengembangan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan dengan menempatkan akses transportasi publik, kedekatan dengan pusat aktivitas, serta efisiensi biaya dan waktu perjalanan sebagai pertimbangan utama.

Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan menekankan bahwa keterjangkauan hunian tidak semata-mata ditentukan oleh harga rumah.

"Hunian yang terjangkau bagi MBR tidak cukup hanya diukur dari harga rumah. Lokasi, akses terhadap transportasi publik, serta biaya dan waktu perjalanan sehari-hari juga menentukan keterjangkauan yang sesungguhnya," ujar Imelda dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Pendekatan ini diterapkan melalui pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) yang diintegrasikan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Konsep tersebut ditujukan untuk mempermudah mobilitas penghuni menuju pusat bisnis, pendidikan, perdagangan, hingga fasilitas perkotaan lainnya.

Di tiga kawasan TOD, Perumnas menyediakan 768 unit hunian subsidi bagi MBR, terdiri atas 256 unit di Samesta Mahata Tanjung Barat, 182 unit di Samesta Mahata Margonda, dan 330 unit di Samesta Mahata Serpong.

Perumnas Topang Program 3 Juta Rumah

Fokus ke Akses Transportasi, Perumnas Siapkan 768 Hunian Subsidi di Tiga TOD
Fokus ke Akses Transportasi, Perumnas Siapkan 768 Hunian Subsidi di Tiga TOD

Tingginya kebutuhan hunian MBR tercermin dari terserapnya seluruh unit subsidi di sejumlah hunian TOD Perumnas, khususnya di Margonda dan Tanjung Barat.

Untuk memenuhi permintaan yang masih tinggi, Perumnas akan kembali membangun tower hunian subsidi di Samesta Mahata Serpong. Hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik diharapkan menjadi alternatif bagi MBR untuk menekan biaya dan waktu mobilitas harian.

Selain kawasan TOD, Perumnas juga mengembangkan hunian subsidi di sejumlah lokasi strategis, antara lain Samesta Sentraland Cengkareng, Samesta Grand Sentraland Karawang, Samesta Jakabaring Palembang, Proyek Jatim II Pasuruan, dan Proyek Cirebon.

Di Jakarta, Perumnas mengembangkan Samesta Alonia Jakarta di Kemayoran dengan 609 unit hunian subsidi vertikal. Proyek ini disiapkan sebagai alternatif yang lebih terjangkau dan dekat dengan pusat aktivitas sekaligus mengoptimalkan lahan terbatas di ibu kota.

Imelda menambahkan komitmen Perumnas untuk menghadirkan pilihan hunian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

"Perumnas ingin agar MBR tidak selalu dihadapkan pada pilihan antara rumah yang terjangkau tetapi jauh dari pusat aktivitas, atau lokasi yang strategis tetapi tidak terjangkau. Melalui TOD, pengembangan hunian subsidi vertikal maupun landed, Perumnas berupaya menghadirkan alternatif hunian yang lebih dekat, terkoneksi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan," ujar Imelda.

Langkah tersebut sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyediaan hunian bagi MBR yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga terkoneksi dan dekat dengan pusat aktivitas perkotaan.

Rekomendasi