Anggota Komisi VI DPR Erik Satrya Wardhana, mengaku tidak pernah tahu namanya dicantumkan dalam rombongan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) saat beribadah ke Tanah Suci. Politikus Partai Hanura itu berkelit tak merasa diperdaya oleh pihak manapun, meski dia terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi pelaksanaan haji di Kementerian Agama pada 2012-2013."Saya tidak bisa dan tidak berani berandai-andai. Karena saya meyakini niat saya ibadah haji. Jadi saya berprasangka baik sajalah," kata Erik kepada awak media di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (25/7).Erik mengaku tidak tahu sampai saat ini namanya ternyata tercantum dalam rombongan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji pada 2013. Dia mengaku berhaji dengan merogoh kocek pribadi hingga USD 19 ribu, atau setara Rp 190 juta, tapi akhirnya masuk dalam pusaran kasus rasuah.Namun, Erik nampaknya merasa bersalah saat tahu ternyata dia berhaji dengan menggunakan kuota diselewengkan. Sebab, dia mengaku tidak tahu dan merasa visa berhajinya bukan milik orang lain."Kalau misalnya saya tahu saya mengambil kuota jemaah haji, saya pasti milih tidak berangkat. Sampai sekarang saya menganggap visa yang saya dapat bukan mengambil jatah orang lain. Saya berprasangka baik saja," tandas Erik.
Berhaji dengan kuota PPIH, kader Hanura tak merasa diperdaya
Dia mengaku berhaji dengan merogoh kocek pribadi hingga USD 19 ribu, atau setara Rp 190 juta.
Rekomendasi