Anggota Komisi VIII DPR Ali Maschan Moesa menyebut penyelenggaraan haji penuh dengan penyelewengan. Salah satunya pembiayaan katering yang seharusnya tidak lebih dari 10 real. Bahkan, menu yang disepakati pun berbeda dari realisasinya."Seperti katering tidak lebih dari 10 real, menunya ini, ini, tapi menunya enggak begini. Jika akhirnya terjadi penyimpangan bukan urusan kita," kata Ali di Jakarta, Kamis (22/5).Tak hanya itu, Ali mengungkapkan penyelenggaraan haji juga tidak transparan dan terbuka kepada masyarakat. Bahkan, kelebihan dana yang ditaruh pada bank tertentu dipindah ke rekening baru."Yang agak sulit lagi yang dana itu, setoran Rp 25 juta, sekarang yang terkumpul hampir Rp 55 triliun, itu laporannya sulit. Kadang kurang transparan kadang disukuk, uangnya ditaruh di beda bank," ungkapnya.Soal kebijakan, Ali mengungkapkan DPR telah melakukan berbagai upaya agar penyelenggaraan haji terlaksana dengan baik tanpa penyelewengan. Namun, tetap saja terjadi pelanggaran."Jangankan dana haji, kita larang Kemenag sewa rumah di atas 2000 meter, nyatanya masih ada," tandasnya.
Penyelewengan dana haji, menu katering pun dikorupsi
Kemenag pun tidak transparan soal dana penyelenggaraan haji.
Rekomendasi