Hagania Sinukaban (23), ternyata tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK kepada polisi setelah menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (28/4) malam. Dia berdalih tas dan dompetnya dicuri sesaat setelah kejadian."Memang pengemudi tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK. Katanya SIM dan STNK-nya ada di dompet, tapi dompetnya dicuri," ucap AKP Gandhi, Kanit Laka Satlantas Polresta Medan, Selasa (29/4).Polisi masih mendalami pengakuan Hagania. Mereka akan menyelidiki kejadian itu dan menelusuri dokumen-dokumen yang hilang. Hilangnya, tas dan dompet berisi SIM dan STNK itu juga disampaikan Layari Sinukaban, ayah Hagania."Sepulang dari senam dia membawa tas olahraga. Di dalam tas itu ada dompet berisi SIM dan STNK. Tapi pas kejadian, tas itu hilang," ucap anggota DPRD Sumut ini.Dia memastikan putrinya memegang SIM. Mobil Mercedes Benz C-200 BK 1 NC yang dikendarai perempuan itu pun memiliki dokumen lengkap.Seperti diberitakan, Mercy C-200 BK 1 NC yang dikendarai Hagania Sinukaban menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (28/4) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Akibat kejadian ini, 1 orang tewas dan 3 lainnya luka-luka. Ada dugaan putri anggota DPRD Sumut, Layari Sinukaban, ini berkendara dalam keadaan mabuk. Namun, pihak keluarga membantahnya.
Putri anggota DPRD Sumut tidak bisa tunjukkan SIM dan STNK
"Memang pengemudi, tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK. Katanya ada di dompet, tapi dompetnya dicuri," ucap AKP Gandhi.
Rekomendasi