Anggota DPRD Sumut, Layari Sinukaban, yang merupakan ayah dari Hagania Sinukaban (23), pengemudi Mercy C-200 penabrak sejumlah kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Medan, yakin putrinya bukan pemabuk. Begitu pun dia menyatakan akan bertanggung jawab atas kecelakaan itu.
"Saya prihatin dengan musibah ini, dan keluarga kami turut berduka kepada keluarga korban. Sebagai orang tua, saya juga harus bertanggung jawab, termasuk membiayai seluruh perobatan dan mengganti biaya lainnya. Kami sudah mendatangi seluruh korban," kata Layari saat dihubungi merdeka.com, Selasa (29/4).
Selain melakukan perdamaian dengan keluarga korban, Layari juga menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada pihak kepolisian. Dia yakin penyidik kepolisian dapat menyelesaikannya, termasuk memastikan apakah putrinya dalam keadaan mabuk atau tidak.
"Kalau yang beredar sekarang kan masih isu-isu, belum jelas kebenarannya. Biarlah polisi yang bekerja," katanya.
Dia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Hagania bukanlah pemabuk. Alasannya, selama ini dia tidak pernah melihat putrinya itu meminum minuman keras, padahal dia punya banyak koleksi di rumahnya.
Selain itu, di mobil putrinya tidak ditemukan minuman keras. Sebelumnya, sempat beredar kabar banyak minuman keras di mobil Mercy C-200 silver itu.
Sepengetahuan Layari, yang juga didasarkan pada pengakuan Hagania, putrinya itu baru pulang senam di Gedung Cambridge, Jalan S Parman Medan. "Sepulang senam, pengakuannya dia diikuti dua pengendara sepeda motor. Setelah dinding mobil diketok, dia tancap gas dan gugup sampai peristiwa itu terjadi," jelasnya.
Mengenai Hagania yang sempat tertawa setelah tabrakan, Layari menduga putrinya shock. "Kita menabrak kucing aja shock. Tertawa itu kan bukan berarti senang, bisa juga stress," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Mercy C-200 yang yang dikendarai Hagania melaju kencang tak terkendali dan menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (28/4) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Akibat kejadian ini, 1 orang tewas dan 3 lainnya luka-luka.
Ada dugaan perempuan ini berkendara dalam keadaan mabuk. Namun, pihak keluarga membantahnya.