Polisi masih memeriksa Hagania Sinukaban (23), pengendara sedan Mercy C-200 yang menabrak sejumlah kendaraan sehingga menewaskan seorang pengendara di Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (28/4) malam. Penyidik juga mendalami dugaan perempuan itu mabuk saat berkendara."Itu (dugaan Hagania mabuk) masih kita dalami. Dia sudah kita tes urine, namun hasilnya belum keluar," kata AKP Gandhi, Kanit Laka Satlantas Polresta Medan, Selasa (29/4).Saat ini, Hagania (sebelumnya disebut Adenia) masih diperiksa penyidik di kantor Satlantas Medan. Menurut Gandhi, dia kooperatif. Sejauh ini Hagania masih diamankan. Jika dirasa diperlukan, dia akan ditahan."Keputusan ditahan atau tidak akan ditentukan sebelum 1x24 berakhir. Itu keputusan atasan," jelas Gandhi.Dia memastikan status Hagania mengarah ke tersangka. Perempuan ini setidaknya diduga melanggar Pasal 310 ayat 4 UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sementara itu, Mercy C-200 silver penabrak juga sudah diamankan polisi. Kendaraan yang rusak pada bagian depannya ini terparkir di halaman kantor Satlantas Polresta Medan.Seperti diketahui, Hagania merupakan putri Ketua Komisi A DPRD Sumut Layari Sinukaban. Ketika digelandang ke mobil unit kecelakaan Polresta Medan, Hagania sempat tertawa saat ditanya penyebab kecelakaan maut itu. Namun, sang kakak yang mendampingi langsung membantah Hagania mengemudi dalam keadaan mabuk.Sementara itu, Layari Sinukaban, ayah Hagania, menyatakan kecelakaan itu terjadi karena anaknya dibuntuti dua pengendara sepeda motor. "Beberapa waktu lalu keluarga kami juga sempat diikuti pengendara sepeda motor," katanya.
Tabrak 4 orang, putri anggota DPRD Sumut akan jadi tersangka
Tabrak orang hingga tewas, putri anggota DPRD Sumut tertawa.
Rekomendasi