PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan bertanggung jawab atas peristiwa anjloknya KA Malabar jurusan Bandung-Malang. Oleh karenanya, semua biaya penangan proses evakuasi kereta dan biaya pengobatan sudah ditanggung pihaknya."Semua sudah kita yang tanggung PT KAI. Dari proses penanganan sampai biaya pengobatan di RSUD Tasikmalaya," ujar Humas PT KAI Sugeng Priyono di lokasi anjlok, Dusun Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, (5/4).Dia menambahkan, korban yang tewas di kereta api berjumlah tiga orang di antaranya dua pegawai KAI dan satu penumpang. "Yang meninggal ada 3, Ibu Ayudiyah Kusumaningrum dan Bapak Sri Hartanto ini pegawai kita. Satu lagi penumpang bapak Haris Budi Cahyono asal Jambon, Ponorogo," tutur dia.Seperti diketahui, KA Malabar jurusan Bandung-Malang tiba-tiba anjlok di kawasan Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4) malam. Kecelakaan terjadi usai kereta menabrak tanah longsor yang terjadi di Kilometer 224+0/1.Kecelakaan tersebut menyebabkan tiga penumpang tewas di lokasi. Tak hanya itu, puluhan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.Saat ini, jenazah korban akibat kecelakaan tersebut masih menjalani proses otopsi di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya."Saat ini korban masih berada di kamar mayat. Belum ada (keluarga yang menjemput)," kata petugas kamar mayat RSUD Tasikmalaya, Asep saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (5/4).
KA Malabar anjlok, PT KAI tanggung jawab biaya pengobatan korban
Korban luka-luka kini dirawat di RSUD Tasikmalaya.
Advertisement
Rekomendasi