Tim gabungan masih berupaya evakuasi KA Malabar dari longsoran

Beberapa alat perawatan dan las sudah berada di lokasi untuk mengangkat kembali gerbong kereta yang anjlok ke dalam rel.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim gabungan masih berupaya evakuasi KA Malabar dari longsoran
KA Malabar anjlok. ©2014 Merdeka.com/Sukma Alam

Aparat gabungan dari TNI, Polri, PT KAI dan BPBD Tasikmalaya masih berupaya mengevakuasi KA Malabar yang anjlok akibat tanah longsor di Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Sementara, seluruh korban baik meninggal dunia maupun luka-luka sudah dilarikan ke RSUD Tasikmalaya.Pantauan merdeka.com, Sabtu (5/4), tujuh gerbong saat ini masih dalam penanganan petugas. Beberapa alat perawatan dan las sudah berada di lokasi untuk mengangkat kembali gerbong kereta yang anjlok ke dalam rel.Dari 10 gerbong, sebelumnya ditulis 13, tiga di antaranya sudah dibawa kembali menuju Depo KA Daops II Bandung. Ketiga gerbong tersebut kelas ekonomi dan bisnis. Gerbong pembangkit mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian belakang.Sementara itu, lokasi kecelakaan berada di tengah perbukitan. Akses jalan yang sempit membuat sejumlah alat berat tidak dapat masuk ke lokasi kecelakaan. Kondisi itu membuat petugas membutuhkan waktu yang lama untuk evakuasi.Kecelakaan yang menewaskan tiga penumpang dan melukai puluhan orang lainnya itu menarik minat masyarakat untuk menyaksikan proses evakuasi. Sebagian besar nampak menonton dari atas bukit.Sebelumnya, KA Malabar jurusan Bandung-Malang tiba-tiba anjlok di kawasan Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4) malam. Kecelakaan terjadi usai kereta menabrak tanah longsor yang terjadi di Kilometer 224+0/1.Kecelakaan tersebut menyebabkan tiga penumpang tewas di lokasi. Tak hanya itu, puluhan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Rekomendasi