Mbah Wiji, nenek berumur 100 tahun, warga lingkungan Betik Kelurahan Ngampel, Kota Kediri, tewas terpanggang setelah rumahnya dilalap si jago merah. Meski sempat diselamatkan namun akhirnya korban tewas sesaat setelah dibawa ke rumah sakit.Kejadian pada Rabu (25/2), pertama kali diketahui tetangga korban yang melihat kepulan asap keluar dari atap rumah. Selanjutnya warga bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian. Tetapi korban yang saat itu berada di dalam kamar terbakar bersama perabotan di dalam rumah."Keterangan yang kami terima dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu ludes terbakar, sedangkan atap rumah ambruk. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan, sebab mengalami luka bakar 90 persen," kata AKP Siswandi, Kabag Humas Polres Kediri Kota, pada merdeka.com, Rabu (25/3).Masih menurut AKP Siswandi, hasil oleh TK diduga api berasal dari serpihan kain yang dibakar oleh korban. Korban yang sudah pikun mempunyai kebiasaan membakar serpihan kain. "Kemungkinan besar lupa mematikan api sehingga merembet ke seluruh bangunan rumah yang terbuat dari anyaman bambu," terang Siswandi.
Rumah terbakar, nenek 100 tahun di Kediri tewas terpanggang
Diduga nenek yang sudah pikun ini membakar kain lupa mematikan api hingga rumahnya terbakar.
Advertisement
Rekomendasi