Dua kali kabur, mungkinkah Resi bisa menghilang?

Dalam kurun waktu 4 jam, laki-laki kurang waras ini berhasil melarikan diri.

Chandra Iswinarno
Oleh Chandra Iswinarno - Reporter
Dua kali kabur, mungkinkah Resi bisa menghilang?
pencuri kepala mayat wanita. ©2013 Merdeka.com/Chandra Uwin

Resi Rokhis Suhana alias Satria Pamungkas (27), Pria yang menjadi tersangka karena membongkar beberapa makam di Cilacap Jawa Tengah, kembali meresahkan warga. Setelah berhasil melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa Magelang, pada Rabu (22/1) dan tertangkap pada Sabtu (25/1) siang, kini dia kembali kabur saat dititipkan di Panti Rehabilitasi Sosial Cilacap, Rabu (5/2) siang.Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Cilacap, Ajun Komisaris Agus Puryadi, Resi kembali kabur setelah sampai di Panti Rehabilitasi Sosial sekitar pukul 12.00. Agus pun bingung dalam kurun waktu 4 jam, laki-laki kurang waras ini berhasil melarikan diri."Tadi sekitar pukul 09.00 sudah kami titipkan di Panti Rehabilitasi Sosial di Kroya. Tetapi sekitar pukul 12.00 sudah tidak ada," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (5/2).Agus mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pencarian untuk menangkap Resi. Ditambahkan dirinya, jika nantinya Resi tertangkap kembali, akan di bawa ke Dinas Sosial Cilacap, tidak lagi ke Rumah Sakit Jiwa Magelang. "Kalau nanti berhasil ditangkap, kami akan kembali serahkan Resi ke Dinas Sosial Cilacap untuk mendapatkan rehabilitasi," ujarnya.Beberapa waktu lalu, saat kali pertama ditangkap, Resi mengakui perbuatan membongkar beberapa kuburan bayi dan perawan bertujuan untuk belajar ilmu hilang yang disyaratkan kepadanya.Meski begitu, Polres Cilacap meyakini Resi mengalami gangguan kejiwaan karena dalam setiap keterangan yang diberikan kepada petugas selalu berubah-ubah. Kemudian Resi diobservasi di RSUD Banyumas untuk melihat kondisi kejiwaan selama 14 hari. Setelah selesai diobservasi, Resi direkomendasikan untuk dirawat di RSJ Magelang pada akhir Desember 2013.Namun setelah kondisinya mulai membaik, pada Rabu (22/1), Resi melarikan diri dari RSJ Magelang. Petugas Polres Cilacap sendiri mengetahui keberadaan Resi di Terminal Cilacap pada Kamis (23/1) malam dari warga sekitar. Tak perlu waktu lama, pada Sabtu (25/1) lalu, Resi kembali ditangkap di tempat persembunyiannya yang berada di pinggir rel, tepatnya berada di wilayah RW 09 Kelurahan Gunung Simping Cilacap.Menurut keamanan Rw 09 Kelurahan Gunung Simping Kecamatan Cilacap Tengah Jawa Tengah, Sutrisno Gendon, beberapa waktu lalu, warga sudah kewalahan menghadapi kelakuan Resi selama ini. Bahkan, warga sekitar mengaku tidak bisa menggunakan cara kekerasan untuk menghadapi Resi. "Dia seperti punya kekuatan, kalau kami pukul malah kami sendiri yang kesakitan," jelasnya.Resi sendiri diakui warga sekitar, kerap meresahkan warga dengan sikapnya yang brutal. Ia kerap melakukan pemalakan dan membuat onar di lingkungan tempat tinggalnya. Sebelum ditangkap, menurut Sutrisno, Resi kerap nongkrong di Terminal Cilacap.Informasi lain dari Ketua RT 02/09 Gunung Simping, Trijono Kuncahyo, pernah ada laporan warga yang melihat Resi membersihkan kain mori bernoda tanah di sumur warga. Bahkan, beberapa bagian kain mori diikatkan di kepala Resi saat mencuci. Selain itu, kesan mistis juga dikesankan saat merdeka.com mendatangi tempat Resti menaruh barang untuk ritualnya dibalik rerimbunan pohon pisang di pinggir rel. Saat itu, terlihat sisa kembang yang biasa ditabur di atas kubur berserak di sekitar tempat tersebut.AKP Agus Puryadi mengatakan, dalam proses penangkapan Resi saat kali pertama di tempat persembunyiannya, pihaknya tidak mempercayai Resi memiliki kekuatan ilmu menghilang. "Penangkapan, kami lakukan berdasarkan pengembangan olah tempat kejadian secara runut. Kami tidak mempercayai tersangka memiliki kekuatan untuk menghilang," tegasnya, beberapa waktu lalu.

Rekomendasi