Jelang hari ibu, aktivis beri foto koruptor wanita ke KPK

"Kita pernah ngajar di Cipinang, dibilangnya korban, padahal dia maling, kaya, rampok, uang-uangnya rakyat," ujar Ryan.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Jelang hari ibu, aktivis beri foto koruptor wanita ke KPK
Spanduk terima kasih KPK. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember mendatang, Sri Rosiati (Rossy) dan Sri Irianingsih (Ryan), ibu kembar cantik penggagas Sekolah darurat Kartini, mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta. Keduanya yang mengenakan pakaian serba putih itu akan memberikan kado hari ibu kepada KPK.

Menurut mereka, kado tersebut berupa foto wajah para koruptor wanita. Di antaranya, Angelina Sondakh, Miranda Goeltom, Nunun Nurbaetie, Siti Hartati Murdaya dan Wa Ode Nurhayati."Untuk pembelajaran anti korupsi, kita juga memberikan kado hari ibu. Nanti ada di foto itu," ujar Ryan, di KPK, Kamis (19/12).

Pemberian foto itu, juga menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak bahwa korupsi bukan perbuatan yang teladan bagi mereka. Meskipun yang melakukan perbuatan korupsi itu adalah seorang wanita."Yang koruptor perempuan, bukan teladan anak bangsa Indonesia. Karena uangnya semuanya dipakai. Kalau tidak dikorupsi kan bisa melatih orang-orang miskin dan merubah status sosial mereka," ujarnya.

Ryan sempat berkisah ketika mengajar di Lapas Cipinang untuk para napi wanita. Disana, menurut Ryan, para napi beranggapan bahwa koruptor wanita merupakan korban. Ryan pun bersama saudara kembarnya, Rossy meluruskan pemahaman para napi wanita tersebut, mengatakan bahwa korupsi itu seperti merampok, dan merampas hak anak-anak Indonesia.

"Kita kan pernah ngajar di Cipinang, dibilangnya korban, padahal dia maling, kaya, rampok, uang-uangnya rakyat. Dia merampok anak-anak Indonesia," ujarnya.Saat ditanya, tanggapannya mengenai Ratu Atut Chosiyah, Gubernur wanita pertama yang tersandung korupsi, keduanya melontarkan kritik pedas.

"(Atut) itu licin, ini contoh. Harusnya kan mengayomi masyarakat, masa dia sendiri pake baju bagus, rakyatnya pake compang camping, dia makan enak sendiri, rakyatnya kelaparan, ya jangan gitu," ujar keduanya.

Rekomendasi