Cerita pegawai pajak terjangkit malaria, frustrasi dan halusinas

Banyak karyawan yang terjangkit penyakit Malaria. Frustrasi bahkan ada yang berhalusinasi hingga tidak bisa bekerja lagi

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Cerita pegawai pajak terjangkit malaria, frustrasi dan halusinas
Tugas juru sita pajak. ©Kapanlagi.com

Banyak cerita dan pengalaman pahit getirnya perjuangan para pegawai pajak yang bekerja di wilayah Papua. Tak cuma kondisi wilayah Papua yang cukup berat, tapi pengalaman batin yang menggelayut di dalam diri para pegawai. Frustrasi bahkan ada yang berhalusinasi hingga tidak bisa bekerja lagi.

"Banyak di sana pegawai-pegawai yang dahulunya frustrasi tidak mengerti yang mau dikerjakan. Yang hanya mau menunggu-menunggu pindah (mutasi). (ada yang) Pemikirannya jadi lari, kalau kita bilang ada halusinasi, jadi tidak mampu bekerja lagi," kata Singal Sihombing, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Papua dan Maluku, saat bertugas di wilayah Papua pada tahun 2010.

Selain itu, banyak karyawan yang terjangkit penyakit Malaria. Tak heran jika ditanyakan kepada para pegawai yang sudah pernah bekerja di Papua bagaimana pengalaman mereka, satu jawaban akan keluar dari mulut mereka, yakni pernah terserang penyakit Malaria.

"Tapi hanya memang ada beberapa pegawai yang karena penyakit malaria itu menjadi kesadarannya nggak ada lagi," jelasnya.

Bahkan, lanjut Sihombing, ada yang meninggal dan ada yang dikembalikan ke daerahnya lagi karena penyakit Malaria di sana sangat berat.

"Jadi kalau pegawai pindah, tujuh orang misalnya pindah kalau kita minta kesan-kesannya, mereka bilang kami semua kena Malaria," ungkapnya.

Masa-masa itu akhirnya terlewati. Para pegawai kembali bergairah untuk bekerja. Karena mereka sudah diprioritaskan untuk bisa kembali ke Jawa jika bekerja dengan baik.

"Itu janji yang diberikan Kantor Pusat Ditjen Pajak yang membuat mereka bersemangat," ujarnya.

Rekomendasi